Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses pendidikan, Rasio Gini, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Papua Barat tahun 2020–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup tujuh kabupaten di Papua Barat selama lima tahun, sehingga diperoleh 35 observasi. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dan publikasi resmi terkait. Variabel independen terdiri atas akses pendidikan yang diukur menggunakan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Rasio Gini, dan TPT, sedangkan variabel dependen adalah persentase penduduk miskin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi data panel dengan tahapan pemilihan model melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Gini berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan koefisien -5,587603 dan signifikansi 0,081. Akses pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien -4,029706 dan signifikansi 0,000. TPT berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien -0,125557 dan signifikansi 0,038. Secara simultan, akses pendidikan, Rasio Gini, dan TPT berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, dengan Prob > F sebesar 0,0001. Nilai R-squared within sebesar 0,8106 menunjukkan bahwa 81,06% variasi tingkat kemiskinan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kemiskinan Papua Barat berkaitan dengan kondisi pendidikan, ketimpangan, dan ketenagakerjaan secara bersama-sama. Temuan memberikan gambaran bahwa peningkatan akses pendidikan berperan penting dalam penurunan kemiskinan. Sementara itu, arah negatif TPT menunjukkan perlunya memperhatikan karakteristik pekerjaan masyarakat, termasuk sektor informal dan pekerjaan berpendapatan rendah, memahami hubungan pengangguran dan kemiskinan di wilayah penelitian.