Ansarullah Ansarullah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 2010–2025 Wahyu Agung Santoso; Yolanda Fardianti; Elviani Elviani; Ansarullah Ansarullah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2010–2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan mengolah data sekunder runtut waktu (time series) tahunan sebanyak 16 observasi. Dalam model analisis, pertumbuhan ekonomi ditempatkan sebagai variabel dependen, sedangkan PMA berperan sebagai variabel independen utama dan inflasi dimasukkan sebagai variabel kontrol makroekonomi untuk menghindari bias spesifikasi model. Analisis estimasi dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yang dilengkapi dengan uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) serta serangkaian uji asumsi klasik model. Hasil estimasi secara parsial menunjukkan bahwa variabel PMA memiliki koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,0234, tetapi berpengaruh tidak signifikan secara statistik (P=0,5903$). Variabel inflasi juga menghasilkan koefisien positif sebesar 0,3969 dan tidak memiliki pengaruh signifikan (P =0,1154$). Secara simultan melalui uji F, kombinasi PMA dan inflasi belum mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi secara signifikan (P =0,2757$) dengan koefisien determinasi (R ^2$) sebesar 17,98 persen. Pengujian asumsi residual mengungkapkan bahwa data belum berdistribusi normal akibat guncangan ekonomi eksternal pada pandemi COVID-19 tahun 2020, sehingga analisis inferensial diinterpretasikan secara berhati-hati. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai PMA secara nominal tidak secara otomatis membuktikan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama. Ke depan, kebijakan pemerintah hendaknya lebih memfokuskan perhatian pada perbaikan kualitas investasi, kapasitas penyerapan teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta penguatan sektor industri lokal daripada sekadar mengejar target nilai nominal modal asing.
Pengaruh Pembangunan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (Studi Kasus Provinsi Riau) Muhammad Khoirul Amir; Mutia Delfitri; Reza Fahira; Ansarullah Ansarullah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14077

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan fokus pada Provinsi Riau. Infrastruktur dipandang sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah karena memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas, produktivitas, efisiensi distribusi barang dan jasa, serta perluasan aktivitas perekonomian. Penelitian ini menempatkan ketersediaan infrastruktur jalan, penyediaan listrik, dan air bersih sebagai komponen infrastruktur dasar yang dianalisis secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian ketiga komponen dasar tersebut dalam satu kerangka analisis empiris dengan mempertimbangkan karakteristik Provinsi Riau yang memiliki wilayah geografis luas, potensi sumber daya alam besar, serta persoalan pemerataan akses antarwilayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-eksplanatori dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan publikasi ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teknik regresi linear untuk menguji keterkaitan ketiga jenis infrastruktur tersebut terhadap pertumbuhan PDRB. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perkembangan ekonomi daerah, tetapi efektivitas manfaatnya sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas, ketersediaan, pemerataan, dan pemanfaatan sarana tersebut. Implikasinya, strategi pembangunan infrastruktur di Provinsi Riau perlu diarahkan tidak hanya pada penambahan kuantitas fisik semata, melainkan juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan publik, pemeliharaan berkelanjutan, dan pemerataan pembangunan antarwilayah demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.