Lola Latifa Ainun Siregar
Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Atraktan Berbahan Nanas dan Air Nira pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan Lola Latifa Ainun Siregar; Merlyn Mariana; Linda Tri Wira Astuti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14108

Abstract

Serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menjadi salah satu kendala utama pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan. Di sisi lain, wilayah ini memiliki potensi lokal berupa nanas dan air nira yang dapat dimanfaatkan sebagai atraktan alami dalam pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah, menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan tersebut, serta mengetahui jumlah pekebun yang mencoba perangkap atraktan berbahan nanas dan air nira. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 43 pekebun sebagai responden yang ditentukan melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Potensi wilayah dianalisis menggunakan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan tingkat penerimaan dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum, dengan instrumen yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,600). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 87,95% dengan kategori sangat sesuai, meliputi aspek materi (82,98%), metode (85,64%), media (89,84%), volume (89,61%), lokasi (86,20%), waktu (91,01%), dan biaya (90,39%). Setelah kegiatan penyuluhan, sebanyak 10 dari 43 pekebun (23,26%) telah mencoba memasang perangkap atraktan di lahan usahataninya, melampaui target penyuluhan sebesar 21%. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun layak digunakan untuk mendorong adopsi inovasi pengendalian hama kumbang tanduk berbahan atraktan alami pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan.