Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Keamanan Siber Mahasiswa Sosial-Bisnis Berdasarkan Theory of Planned Behavior Isnawaty Isnawaty; Miqdad Asyraf Rizqullah; Syafiatul Adawiah; L.M. Fid Aksara; L.M. Bahtiar Aksara; Vyola Cecilia Potto; Abdillah Jumawal Koda; Awaliyah Fadhilatun Nisa; Muh. Yusuf
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14158

Abstract

Penggunaan teknologi informasi di perguruan tinggi menjadikan mahasiswa rentan terhadap ancaman kejahatan siber seperti phising dan pencurian identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keamanan siber mahasiswa rumpun Sosial-Bisnis di Universitas Halu Oleo dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) yang mencakup dimensi Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku, dan Niat. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 5 poin kepada 121 responden dari program studi Akuntansi, Manajemen, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Komunikasi. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif setelah melalui uji validitas dan reliabilitas. Reliabilitas instrumen terbukti andal dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,765. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat kesadaran keamanan siber mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,22. Dari empat dimensi TPB, dimensi Sikap (Attitude) mendapatkan skor tertinggi yaitu 4,55, yang mengindikasikan pemahaman individu yang sangat baik terkait keamanan data. Sebaliknya, dimensi Norma Subjektif mencatat skor terendah sebesar 3,99. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun mahasiswa telah memiliki pemahaman keamanan digital yang baik secara individu, mereka relatif kurang mendapat dorongan dari lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, disarankan agar institusi pendidikan menerapkan pendekatan edukasi keamanan siber yang lebih terintegrasi dan melibatkan interaksi sosial antar teman sebaya guna membangun budaya keamanan siber yang komprehensif di kampus.