Daffa Alfa Ridho Naipospos
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Transmisi Moneter Konvensional di Tengah Intervensi Kebijakan: Studi VAR Suku Bunga, Inflasi, Nilai Tukar, dan Jumlah Uang Beredar Indonesia (2015–2024) Cantika Sarma Seicilia Silalahi; Agustian Sinambela; Daffa Alfa Ridho Naipospos; Najwa Adelia Siregar; Sahira Annaba Lubis; Septriani Theresia Siagian
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14191

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif efektivitas jalur transmisi moneter konvensional, yaitu suku bunga dan nilai tukar, terhadap jumlah uang beredar (M2) di Indonesia serta peran intervensi kebijakan di luar jalur konvensional selama 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-kausal dengan data sekunder bulanan dari Bank Indonesia berupa BI Rate/BI7DRR, inflasi, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan M2. Analisis memakai model Vector Autoregression (VAR) pada data first difference dengan lag optimal dua dan variabel dummy eksogen untuk periode pandemi COVID-19 dan burden sharing 2020–2021, dilengkapi uji kausalitas Granger, Impulse Response Function, dan Forecast Error Variance Decomposition. Hasil menunjukkan bahwa kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap BI Rate (koefisien 2,476; t-statistik 2,864), sedangkan BI Rate dan kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap M2. Variabel dummy signifikan memengaruhi M2 (koefisien 0,009; t-statistik 3,090), tetapi tidak memengaruhi BI Rate, inflasi, maupun kurs. Model dinyatakan stabil dan bebas autokorelasi. Dengan demikian, transmisi moneter konvensional bersifat terbatas dan tidak seragam antarjalur, sedangkan intervensi kebijakan yang efektif dan langsung melalui burden sharing menjadi determinan yang lebih dominan serta terkontrol bagi M2 pada periode gejolak ekonomi. Otoritas moneter perlu mengelola instrumen nonkonvensional secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko inflasi yang signifikan pada saat masa pemulihan.