Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekstraksi Crude Tanin dari Biji Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Koagulan Alami untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu Mawar Amanda; Linda Ekawati; Muhammad Yerizam
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14265

Abstract

Limbah cair dari industri tahu memiliki kandungan zat organik yang tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi tanin dari biji pepaya (Carica papaya L.) melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, serta menguji efektivitasnya sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair tahu. Variasi waktu maserasi yang digunakan adalah 48, 60, 72, 84, dan 96 jam, sementara dosis koagulan yang diterapkan berkisar antara 3, 4, 5, 6, dan 7 mL untuk setiap 250 mL limbah. Parameter yang dianalisis meliputi kadar tanin (menggunakan spektrofotometri UV-Vis), pH, kekeruhan, TSS, dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi dicapai pada waktu maserasi 96 jam dengan nilai 6,10 mgTAE/g. Kondisi optimum diperoleh pada dosis koagulan 6 mL dengan waktu maserasi 96 jam, yang berhasil menurunkan TSS dari 680 mg/L menjadi 145 mg/L dan COD dari 1.120 mg/L menjadi 183 mg/L. Kedua parameter tersebut telah memenuhi baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Meskipun demikian, pH akhir (4,33) masih berada di bawah batas standar (6,0–9,0), sehingga diperlukan tahap netralisasi tambahan sebelum limbah dibuang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya berpotensi dikembangkan sebagai koagulan alami yang efektif dan ramah lingkungan. Pendekatan ekstraksi cair ini juga menawarkan keunggulan berupa kebutuhan dosis yang lebih rendah serta kadar tanin yang lebih terukur dibandingkan penggunaan bubuk biji secara langsung.