Warisan budaya lokal menghadapi tantangan akibat perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan kuatnya pengaruh budaya populer yang berpotensi mengurangi perhatian generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah. Banyuwangi memiliki kekayaan budaya berupa kisah Sritanjung yang memiliki nilai moral, historis, dan simbolik serta berkaitan dengan relief Candi Penataran. Pengintegrasian warisan tersebut ke dalam seni batik menjadi salah satu strategi kreatif untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus menghadirkan kembali ingatan kolektif masyarakat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan mengembangkan motif batik Sritanjung yang terinspirasi dari relief Candi Penataran serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan apresiasi peserta terhadap sejarah dan budaya Banyuwangi. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara luring melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi, serta pengembangan dan evaluasi. Pelatihan meliputi pengenalan sejarah Sritanjung, pengembangan sketsa, pencantingan, pewarnaan, finishing, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pameran hasil karya. Hasil: Kegiatan menghasilkan inovasi motif batik Sritanjung berbasis relief Candi Penataran dalam bentuk kain batik serta dokumentasi digital. Pelatihan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah unsur sejarah dan budaya menjadi karya batik yang bernilai estetis, edukatif, dan ekonomis. Pengembangan motif juga meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal, membuka peluang diversifikasi produk, serta memperkuat Sritanjung sebagai bagian dari Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Banyuwangi.