Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Reward dalam Upaya Meningkatkan Minat Baca Anak di SDN Cimeong Eteh Resa Asyifa; Trianida Indriyani Mulyana; Taufiqqurrochman Taufiqqurrochman; Aril Faturohman; Hanum Karomah; Zaskia Aulia Nabilah; Elvina Vitriana; Dimas Dimas; Putra Artha Ardiansyah; Dwiki Maulana Saputra; Pra Nur Mulki; Amelia Ramadhani; Viola Hikmatul Maulana; Agit Permana; Fiqih Vanzava
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 2 (2026): November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1798

Abstract

Rendahnya minat dan keberanian siswa dalam kegiatan membaca nyaring (read-aloud) merupakan salah satu tantangan literasi yang dihadapi SDN Cimeong. Hal ini tercermin dari hanya 4–6 dari 21 siswa kelas dua dan tiga yang bersedia membaca tanpa paksaan, sementara program literasi mingguan sekolah masih berjalan monoton tanpa mekanisme penghargaan. Persoalan ini penting diatasi karena berkaitan langsung dengan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi lisan anak sejak usia dini. Kegiatan pengabdian ini menerapkan program Membaca Nyaring yang dipadukan dengan sistem reward kontekstual melalui Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan selama lima hari. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, partisipasi siswa meningkat secara bertahap, dari 4–6 siswa pada hari awal menjadi lebih banyak siswa yang bersedia tampil pada hari-hari berikutnya, dan sebagian di antaranya membaca dengan artikulasi lebih jelas pada hari terakhir, disertai indikasi awal pergeseran motivasi dari dorongan memperoleh reward menuju rasa ingin tahu terhadap cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem reward yang dirancang proporsional dan kontekstual berpotensi menjadi strategi yang layak diterapkan untuk menumbuhkan minat baca dan keberanian tampil lisan siswa sekolah dasar di sekolah dengan keterbatasan sarana, meskipun keberlanjutannya masih perlu dikaji lebih lanjut.