This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Syahrul Neeza Aryana Nugroho
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Faktor Pembatas dan Rekomendasi Pengelolaan Lahan untuk Budidaya Gandum Berbasis Evaluasi Kesesuaian Lahan Yohanes Hasiholan Parhusip; Immanuel Tegar Riven; Syahrul Neeza Aryana Nugroho; Aditya Dwi Kurniawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Alfred Jansen Sutrisno
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.780

Abstract

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum mendorong perlunya pengembangan budidaya gandum tropis sebagai upaya mendukung diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, keberhasilan pengembangan gandum sangat dipengaruhi oleh tingkat kesesuaian lahan dan faktor pembatas pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pembatas serta menentukan rekomendasi pengelolaan lahan berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan, analisis laboratorium, dan evaluasi kesesuaian lahan pada 40 titik pengamatan menggunakan metode matching yang mengacu pada Ritung et al. (2011), dilanjutkan dengan metode scoring dan teknik weighted overlay, serta identifikasi faktor pembatas berdasarkan konsep Hukum Minimum Justus von Liebig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual didominasi kelas S3 (sesuai marginal) seluas 422,411 ha (99,99 %), sedangkan kelas S2 (cukup sesuai) hanya seluas 0,048 ha (0,01 %). Faktor pembatas utama meliputi suhu dan curah hujan yang tinggi, rendahnya N-total, P₂O₅, dan K₂O, drainase terhambat, tekstur tanah agak kasar, serta lereng curam. Faktor pembatas yang dapat dikelola meliputi ketersediaan hara, drainase, dan erosi melalui pemupukan berimbang, bahan organik, pengelolaan drainase, dan konservasi tanah, sedangkan suhu, curah hujan, dan topografi tidak dapat dimodifikasi secara langsung. Rekomendasi tersebut menjadi dasar pengelolaan lahan untuk mendukung pengembangan budidaya gandum.