Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Manajemen Risiko Bencana Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara) Ediyanto Antogia; Arifin Arifin; Wiwin L Husin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.14214

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi manajemen risiko bencana berbasis pembangunan berkelanjutan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Fokus penelitian mencakup tata kelola dan kelembagaan, pengetahuan dan informasi kebencanaan, kapasitas dan sumber daya, serta integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan 15 informan yang mewakili unsur kebijakan, teknis, lintas sektor, lapangan, komunitas, relawan, LSM, akademisi, dan penyintas bencana. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan pembagian fungsi BPBD telah tersedia, tetapi koordinasi prabencana dan kerja lintas sektor belum sepenuhnya terlembaga. Data risiko belum menjadi aset bersama, sistem peringatan dini masih membutuhkan penguatan, dan pengetahuan lokal belum terlembaga. Kapasitas SDM, sarana, pembiayaan, dan kemitraan juga masih terbatas. Integrasi pengurangan risiko dalam pembangunan telah muncul pada tingkat kebijakan, tetapi belum sepenuhnya menjadi dasar perencanaan dan penganggaran tahunan. Penelitian merekomendasikan pelembagaan koordinasi lintas sektor, pengembangan satu data kebencanaan, penguatan kapasitas dan peringatan dini, serta penganggaran berbasis risiko.