Darsono, Farida L.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi Sediaan Masker Wajah Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita moschata) Bentuk Clay Menggunakan Bentonit dan Kaolin Sebagai Clay Mineral Santoso, Cynthia C.; Darsono, Farida L.; Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2072.595 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v5i2.2138

Abstract

Free radicals can cause oxidative damage that plays a role in the aging process and cause degenerative diseases that appear on the skin, so that antioxidants are needed to reduce the cumulative effects of oxidative damage in the form of clay mask. One of the natural materials that can be used as a clay mask is pumpkin fruit. Beta carotene in the yellow pumpkin can be used as an antioxidant that has a mechanism of electron transfer process so that free radical can be deactivated, and the saponin content in yellow pumpkin was function as cleanser effect. The aims of this study were to determine the effect of the combination of bentonite and kaolin as clay minerals, and to get the optimum composition of the formula. Clay mask formulation was optimized using factorial design with design expert software ver 10.0. Responses used were the viscosity, spreadability, and drying time. The results showed that bentonite give a significant effect to increase the viscosity, decrease spreadability and drying time. Kaolin gives a significant effect to increase the viscosity, decrease spreadability and drying time. The interaction between kaolin and bentonite give significant effect to increase the viscosity, spreadability, and drying time. The optimum formulation of clay mask was obtained with the combination of bentonite 23.95% and kaolin 18.60%, which estimates viscosity 236222 cps; spreadability 4.20 cm; and drying time 14.65 minute.
Formulasi Ekstrak Kering Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Sebagai Masker Wajah dalam Bentuk Peel-Off Gel Wattimena, Jeane Hobertina; Darsono, Farida L.; Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 7, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2792

Abstract

Kulit wajah memerlukan pemeliharaan yang khusus karena kulit wajah merupakan organ yang sensitif terhadap perlakuan dan rangsangan. Berbagai faktor lingkungan seperti cuaca, kosmetik, makanan obat-obatan, serta faktor stres dan kelelahan dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan kulit wajah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik perawatan wajah (skin care) yaitu masker wajah. Bahan alam yang dapat digunakan adalah delima (Punica granatum L.). Kandungan tanin pada kulit buah delima berfungsi sebagai adstrigensia yang banyak digunakan sebagai pengencang kulit dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima terhadap mutu fisik, efektivitas dan keamanan sediaan masker wajah dalam bentuk gel peel-off. Konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima (Punica granatum L.) mempengaruhi hasil uji secara signifikan, terhadap hasil uji mutu fisik sediaan yaitu pH, viskositas dan daya sebar; efektivitas sediaan yaitu waktu kering, kekencangan masker, elastisitas lapisan film dan kemudahan dibersihkan serta stabilitas sediaan yaitu stabilitas pH dan viskositas dari sediaan masker wajah bentuk gel peel-off. Sediaan yang terbaik adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak 10%.
Formulasi Sediaan Masker Wajah Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita moschata) Bentuk Clay Menggunakan Bentonit dan Kaolin Sebagai Clay Mineral Santoso, Cynthia C.; Darsono, Farida L.; Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v5i2.2138

Abstract

Free radicals can cause oxidative damage that plays a role in the aging process and cause degenerative diseases that appear on the skin, so that antioxidants are needed to reduce the cumulative effects of oxidative damage in the form of clay mask. One of the natural materials that can be used as a clay mask is pumpkin fruit. Beta carotene in the yellow pumpkin can be used as an antioxidant that has a mechanism of electron transfer process so that free radical can be deactivated, and the saponin content in yellow pumpkin was function as cleanser effect. The aims of this study were to determine the effect of the combination of bentonite and kaolin as clay minerals, and to get the optimum composition of the formula. Clay mask formulation was optimized using factorial design with design expert software ver 10.0. Responses used were the viscosity, spreadability, and drying time. The results showed that bentonite give a significant effect to increase the viscosity, decrease spreadability and drying time. Kaolin gives a significant effect to increase the viscosity, decrease spreadability and drying time. The interaction between kaolin and bentonite give significant effect to increase the viscosity, spreadability, and drying time. The optimum formulation of clay mask was obtained with the combination of bentonite 23.95% and kaolin 18.60%, which estimates viscosity 236222 cps; spreadability 4.20 cm; and drying time 14.65 minute.
Formulasi Ekstrak Kering Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Sebagai Masker Wajah dalam Bentuk Peel-Off Gel Wattimena, Jeane Hobertina; Darsono, Farida L.; Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2792

Abstract

Kulit wajah memerlukan pemeliharaan yang khusus karena kulit wajah merupakan organ yang sensitif terhadap perlakuan dan rangsangan. Berbagai faktor lingkungan seperti cuaca, kosmetik, makanan obat-obatan, serta faktor stres dan kelelahan dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan kulit wajah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik perawatan wajah (skin care) yaitu masker wajah. Bahan alam yang dapat digunakan adalah delima (Punica granatum L.). Kandungan tanin pada kulit buah delima berfungsi sebagai adstrigensia yang banyak digunakan sebagai pengencang kulit dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima terhadap mutu fisik, efektivitas dan keamanan sediaan masker wajah dalam bentuk gel peel-off. Konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima (Punica granatum L.) mempengaruhi hasil uji secara signifikan, terhadap hasil uji mutu fisik sediaan yaitu pH, viskositas dan daya sebar; efektivitas sediaan yaitu waktu kering, kekencangan masker, elastisitas lapisan film dan kemudahan dibersihkan serta stabilitas sediaan yaitu stabilitas pH dan viskositas dari sediaan masker wajah bentuk gel peel-off. Sediaan yang terbaik adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak 10%.