Daun bavoa (Cleome chelidanii LF) merupakan bahan lokal yang berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi dalam pengolahan mie kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun bavoa terhadap kadar protein, aktivitas antioksidan, dan tingkat akseptabilitas organoleptik mie kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk analisis kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik, dengan empat perlakuan substitusi tepung daun bavoa, yaitu 10%, 15%, 20%, dan 25%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar protein dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, sedangkan uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis dengan atribut penilaian rasa, aroma, tekstur, dan warna. Data kimia dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, sedangkan data organoleptik dianalisis berdasarkan skor rata-rata akseptabilitas panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung daun bavoa meningkatkan kadar protein dan aktivitas antioksidan mie kering. Perlakuan 25% menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 12,97% dan aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 sebesar 19,64 ppm. Namun, dari aspek organoleptik, perlakuan 10% menunjukkan tingkat akseptabilitas terbaik dengan skor rasa 4,04, aroma 4,32, tekstur 4,24, dan warna 3,40. Penambahan tepung daun bavoa lebih dari 10% cenderung menurunkan penerimaan panelis, terutama pada rasa dan aroma. Dengan demikian, tepung daun bavoa berpotensi meningkatkan nilai fungsional mie kering, tetapi formulasi 10% lebih sesuai untuk menghasilkan keseimbangan antara peningkatan nilai gizi dan penerimaan sensoris konsumen.