Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir : Studi Kasus Kelurahan Leato Utara miraz, nurhawaliya; Azzahra Sudirman, Azisah; Putalan , Reinal
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v2i2.47

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic characteristics of coastal communities in Leato Utara Subdistrict, Gorontalo City, by highlighting social structure, economic stratification, gender construction, cultural evolution, and income adaptation strategies. Using a qualitative approach with a field case study design, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed interactively. The results show that the community mainly depends on fishing activities with a profit-sharing system that creates a social hierarchy between labor fishermen and boat owners. Solidarity and informal institutions persist even though modernization gradually shifts traditional practices. Women significantly contribute through micro-businesses and fish processing, indicating a shift in gender roles. Income diversification through aquaculture, small-scale farming, and local tourism is identified as an adaptive response to economic fluctuations. These findings enrich the literature on Indonesian coastal sociology by emphasizing the importance of strengthening local institutions, preserving local wisdom, and empowering gender roles as pillars of sustainable coastal development. The uniqueness of this study lies in mapping the relationship between cultural evolution and economic adaptation in traditional coastal communities, which is rarely revealed in similar studies. Keywords: cultural evolution, gender construction, coastal community, socio-economic structure, adaptation strategy.
MODEL KOLABORATIF UNTUK INTEGRASI KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Reinal Putalan; Rostiati Rahmatu; Muhammad Nur Sangaji
Jurnal Ilmu Sosial Terapan Vol 1 No 1 (2025): Journal of Applied Social Science
Publisher : Politeknik Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65177/jass.v1i1.19

Abstract

This community engagement initiative aims to develop a collaborative model for facilitating the formulation of Strategic Environmental Assessment (SEA) as part of medium-term development planning. The approach combines participatory methods, document analysis, and multi-stakeholder consultation forums to ensure the integration of sustainable development principles into local policy and program frameworks. The facilitation process includes strategic issue mapping, gap analysis of Sustainable Development Goals (SDGs) indicators, and the formulation of data-driven alternative development scenarios. The role of academic facilitators has proven vital in enabling cross-sectoral dialogue, improving planning literacy, and strengthening institutional capacity for evidence-based decision-making. This article reflects on the application of a collaborative methodological approach to enhance inclusive and sustainable governance in local development contexts..
Peningkatan Literasi Ekowisata Berkelanjutan Berbasis KLHS RTRW Pada Masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan Reinal Putalan; Muh. Nur Sangadji; Rostiaty Rahmatu; Irwan Lakani; Selvy Mozin; Maulidin Kurniawan; Septian Palma Ariany
Jurnal Ilmu Sosial Terapan Vol 2 No 1 (2026): Journal of Applied Social Science (Juni)
Publisher : Politeknik Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65177/jass.v2i1.88

Abstract

Banggai Kepulauan Regency has substantial natural, coastal, marine, karst, and tourism potential; however, these potentials are accompanied by environmental vulnerability, disaster risk, and limited community understanding of sustainable spatial planning and ecotourism management. This community service activity aimed to improve public literacy regarding sustainable ecotourism, environmental conservation, and the integration of Strategic Environmental Assessment principles into the Regional Spatial Plan of Banggai Kepulauan Regency. The activity was carried out through a participatory approach involving socialization, discussion, document review, and community-based assistance. The materials focused on the importance of protecting water resources, conserving lakes and karst ecosystems, managing waste in tourism areas, and strengthening community participation in environmentally sound spatial planning. The results showed that the activity helped participants understand the relationship between spatial planning, disaster mitigation, environmental carrying capacity, and sustainable tourism development. Community members became more aware that tourism development should not only pursue economic benefits but also consider ecological protection and social sustainability. The discussion also revealed the need for continuous assistance, clearer information on tourism management, and stronger collaboration between local government, communities, and other stakeholders. This activity indicates that environmental education based on Strategic Environmental Assessment documents can be an effective approach to strengthening community awareness and supporting sustainable development in island regions.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pelatihan Branding, Pemasaran Digital, dan Edukasi Keuangan UMKM Produk Perikanan di Kelurahan Leato Selatan Reinal Putalan; Farid; Didiet Haryadi Hakiem; Mohammad Imran; Azisah A zzahra
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i1.104

Abstract

Kelompok Masyarakat Nelayan "Nike Sultan" di Kelurahan Leato Selatan memiliki potensi ekonomi berbasis produk perikanan lokal, khususnya ikan nike, namun masih menghadapi kendala dalam pengembangan usaha. Beberapa kendala tersebut adalah rendahnya pemahaman tentang branding produk, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha nelayan melalui pelatihan terpadu yang mencakup strategi branding, pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, dan edukasi dasar manajemen keuangan UMKM. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, dan pendampingan teknis berbasis studi kasus lokal. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif anggota kelompok dalam diskusi, praktik langsung, dan simulasi pencatatan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai memahami pentingnya identitas produk melalui branding sederhana, mengenal fungsi platform digital seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk promosi, serta mampu menyusun pencatatan keuangan dasar secara mandiri. Kegiatan ini juga menghasilkan dokumentasi aktivitas pelatihan dan profil usaha peserta sebagai dasar pengembangan lanjutan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam penguatan usaha perikanan lokal.
Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Ikan Nike melalui Pelatihan Optimalisasi Produk, Pemasaran Digital, dan Analisis Harga Pokok Produksi Reinal Putalan; Didiet Haryadi Hakim; Aswar; Andi Desiah Pradilia; Azisah Azzahra sudirman; Nur Izzah Fuad; Septian Palma Ariany
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.126

Abstract

Ikan nike (Awaous melanocephalus) merupakan komoditas perikanan khas Gorontalo yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, tetapi pemanfaatannya oleh UMKM pesisir masih menghadapi kendala pada mutu produk, pemasaran, dan penetapan harga jual yang belum berbasis perhitungan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk olahan ikan nike melalui pelatihan optimalisasi produk, pemasaran digital, dan analisis Harga Pokok Produksi (HPP). Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada perbaikan proses pengolahan dan pengemasan, pemanfaatan WhatsApp Business dan Canva sebagai media pemasaran digital, serta penerapan perhitungan HPP secara aplikatif. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan pengukuran tingkat kebermanfaatan kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata tingkat kebermanfaatan dari 15,39% sebelum kegiatan menjadi 84,61% setelah kegiatan yang mencerminkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam aspek mutu produk, pemasaran digital, dan perhitungan HPP. Kesimpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa integrasi optimalisasi produk, pemasaran digital, dan analisis HPP secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan usaha UMKM olahan ikan nike berbasis sumber daya lokal.
Pendampingan Partisipatif dalam Perumusan Kebijakan Minapolitan Berbasis Hilirisasi Produk Perikanan untuk Perencanaan Wilayah Berkelanjutan di Banggai Kepulauan Reinal Putalan; Muh. Nur Sangadji; Rostiaty Rahmatu; Irwan Lakani; Selvy Mozin; Maulidin Kurniawan; Septian Palma Ariany
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.140

Abstract

Banggai Kepulauan Regency faces challenges in declining capture fishery production and economic leakage due to illegal mid-sea transactions. This community service activity aimed to facilitate the participatory formulation of fishery downstreaming policies to support the Minapolitan vision in regional planning. The method employed was descriptive qualitative with technocratic mentoring through a series of Focus Group Discussions (FGD) and Public Consultations. Results indicated that fishery issues rank as the second strategic priority in the region's sustainable development agenda. The process successfully formulated recommendations for processing infrastructure integration, including the development of Small and Medium Industries (IKM) in Sambiut and Kalumbatan Villages, and optimized Fish Auction Sites (TPI) to terminate illegal trade chains. It is concluded that inclusive policy facilitation can synchronize fishing community economic needs with coastal ecosystem protection mandates. Downstreaming serves as a key solution to increase local value-added and accelerate sustainable development in Banggai Kepulauan Regency.
Financial Feasibility Analysis of Pickled Skipjack Tuna Products at Titiefood MSMEs in Gorontalo City Andi Desiah Pradilia; Reinal Putalan; Triatmi Agustina Landjoi; Mawar Hasyim
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jipsp.v12i2.49122

Abstract

This study aims to analyze the financial feasibility of the pickled skipjack tuna production business at the Titie Food MSME in Gorontalo City through the R/C Ratio, Break Even Point (BEP), and Payback Period (PP) approaches. The research method uses a quantitative descriptive approach by collecting data on fixed costs, variable costs, production volume, revenue, and initial investment incurred by the MSME. The results show that the total fixed costs of the Titie Food MSME are IDR 8,606,165.46 per month, with total variable costs reaching IDR 37,275,000.00 for a production capacity of 2,100 units. The R/C Ratio analysis shows a value greater than 1, which indicates that the business is in a profitable condition and is feasible to run. The BEP analysis shows that the business reaches the break-even point at sales of 703 units or IDR 21,090,000, while actual production far exceeds this value, thus providing a high safety margin. Furthermore, the Payback Period (PP) analysis shows that the initial investment of IDR 413,178,997.00 can be recovered within 24.13 months, or approximately two years. Overall, the results of this study confirm that the pickled skipjack tuna production business at the Titie Food MSME is financially viable and has good long-term development prospects
Inovasi Pangan Tradisional: Pengaruh Penambahan Konsentrasi Daun Bavoa Terhadap Nilai Gizi Dan Akseptabilitas Konsumen Pada Rengginang Septian Palma Ariany; Reinal Putalan; Rasidin Anuar Abd. Manik
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1584

Abstract

Inovasi pangan tradisional berbasis potensi lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan gizi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi daun bavoa (Cleome chelidanii LF) terhadap peningkatan kadar protein dan tingkat akseptabilitas konsumen pada produk rengginang. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk parameter kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji sensoris dengan empat taraf perlakuan (10 g, 15 g, 20 g, dan 25 g). Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi daun bavoa berkorelasi positif secara signifikan terhadap kandungan protein produk. Formulasi terbaik ditemukan pada perlakuan P4 (25 g) yang menghasilkan kadar protein sebesar 15,25%. Berdasarkan uji hedonik terhadap 60 panelis, perlakuan P4 juga menunjukkan akseptabilitas tertinggi dengan skor rata-rata pada atribut rasa (4,10), tekstur (4,04), warna (3,88), dan aroma (3,79). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan daun bavoa tidak hanya meningkatkan nilai fungsional rengginang tetapi juga menciptakan karakteristik organoleptik yang diminati masyarakat.
Daun Bavoa dalam Pengolahan Mie Kering: Potensi Peningkatan Nilai Gizi dan Citarasa Septian Palma Ariany; Reinal Putalan; Fauzia Huswatun Hasanah
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1587

Abstract

Daun bavoa (Cleome chelidanii LF) merupakan bahan lokal yang berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi dalam pengolahan mie kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun bavoa terhadap kadar protein, aktivitas antioksidan, dan tingkat akseptabilitas organoleptik mie kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk analisis kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik, dengan empat perlakuan substitusi tepung daun bavoa, yaitu 10%, 15%, 20%, dan 25%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar protein dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, sedangkan uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis dengan atribut penilaian rasa, aroma, tekstur, dan warna. Data kimia dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, sedangkan data organoleptik dianalisis berdasarkan skor rata-rata akseptabilitas panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung daun bavoa meningkatkan kadar protein dan aktivitas antioksidan mie kering. Perlakuan 25% menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 12,97% dan aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 sebesar 19,64 ppm. Namun, dari aspek organoleptik, perlakuan 10% menunjukkan tingkat akseptabilitas terbaik dengan skor rasa 4,04, aroma 4,32, tekstur 4,24, dan warna 3,40. Penambahan tepung daun bavoa lebih dari 10% cenderung menurunkan penerimaan panelis, terutama pada rasa dan aroma. Dengan demikian, tepung daun bavoa berpotensi meningkatkan nilai fungsional mie kering, tetapi formulasi 10% lebih sesuai untuk menghasilkan keseimbangan antara peningkatan nilai gizi dan penerimaan sensoris konsumen.