Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Penerimaan, Pendapatan Dan Efisiensi Usaha Melon Antara Sistem Fertigasi Tetes Dan Dynamic Root Floating Technique Dalam Satu Siklus Panen Di CV. Agritani Muda Pratama Yuni Karimah; Viktor Pandra; Syabawaihi
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v7i1.1671

Abstract

Budidaya melon secara hidroponik berkembang sebagai alternatif produksi hortikultura pada lahan terbatas dengan pengelolaan air dan nutrisi yang lebih terkontrol. Penelitian ini bertujuan membandingkan penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usaha budidaya melon antara sistem fertigasi tetes dan Dynamic Root Floating Technique (DRFT) dalam satu siklus panen di CV. Agritani Muda Pratama. Penelitian dilakukan pada dua unit greenhouse berukuran masing-masing 8 × 15 m, dengan 300 tanaman pada sistem fertigasi tetes dan 300 tanaman pada sistem dynamic root floating technique. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif komparatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pencatatan biaya produksi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perusahaan dan literatur. Analisis meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dynamic root floating technique menghasilkan produksi 400 kg dengan penerimaan Rp 18.000.000 dan pendapatan Rp 9.450.000. Sistem fertigasi tetes menghasilkan produksi 356 kg dengan penerimaan Rp 16.020.000 dan pendapatan Rp 8.645.000. R/C Ratio fertigasi tetes sebesar 2,17 dan dynamic root floating technique sebesar 2,10. Kedua sistem layak diusahakan karena R/C Ratio > 1. Dynamic root floating technique unggul dalam penerimaan dan pendapatan nominal, sedangkan fertigasi tetes lebih efisien berdasarkan R/C Ratio. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produktivitas yang lebih tinggi tidak secara otomatis menghasilkan efisiensi biaya yang lebih tinggi karena peningkatan produksi dynamic root floating technique diikuti biaya produksi yang lebih besar.