Pendahuluan: Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kematian tertinggi di dunia dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, termasuk di Indonesia. Saat ini, risiko penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia, tetapi juga mulai meningkat pada kelompok usia remaja seiring dengan perubahan gaya hidup yang ditandai oleh rendahnya aktivitas fisik. Penurunan aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh modernisasi, peningkatan aktivitas sedentari, serta tingginya screen time, yang berdampak pada munculnya faktor risiko awal penyakit jantung seperti obesitas, hipertensi, dan gangguan metabolik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dan dirancang menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana sebanyak 187 orang. Sampel adalah remaja di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana yang berjumlah 65 orang. Alat uji yang digunakan dalam analisis bivariat adalah uji Kai kuadrat (Chi Square). Hasil: %). Dari 65 orang responden, aktifitas fisik pada remaja putri terbanyak dalam kategori tinggi sebanyak 35 orang (53,8%), risiko penyakit jantung pada remaja putri terbanyak dalam kategori tidak berisiko sebanyak 45 orang (69,2%) Ada hubungan aktifitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana (x2= 11,081; p-value = 0,004). Kesimpulan: Ada hubungan kebiasaan aktifitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana.