Muhamad Yasfini Nur
Program Studi Teknologi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Butir Empiris terhadap Instrumen Penilaian Vokasi dalam Pelatihan Servis dan Konversi Kendaraan Listrik Muhamad Yasfini Nur; Rufi'i Rufi'i; Sabariah Sabariah
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 9 (2026): JPTI - September 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1910

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas empiris instrumen asesmen akhir berbentuk pilihan ganda pada pelatihan Servis dan Konversi Kendaraan Listrik. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan menganalisis respons 35 peserta terhadap 25 butir soal lima opsi. Data diolah menggunakan ANATES Versi 4.0.2 dan diverifikasi melalui analisis tingkat butir yang mencakup reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil menunjukkan rata-rata skor mentah peserta sebesar 18,94 dari 25 butir atau 75,77% jawaban benar. Koefisien reliabilitas internal instrumen sebesar 0,44, sehingga konsistensi skor masih tergolong rendah hingga sedang dan perlu ditafsirkan secara hati-hati. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan 9 butir berkategori sedang, 13 butir mudah, dan 3 butir sangat mudah, tanpa butir sukar maupun sangat sukar. Analisis daya pembeda menunjukkan 11 butir sangat baik, 1 butir baik, 2 butir cukup, dan 11 butir buruk. Analisis pengecoh memperlihatkan beberapa opsi salah tidak berfungsi, terutama opsi E yang berulang kali tidak dipilih peserta. Butir 6, 7, 12, 13, 19, dan 25 memerlukan revisi besar atau penggantian, sedangkan butir 2, 4, 10, 16, dan 22 memerlukan revisi. Instrumen dapat memberikan informasi awal mengenai hasil belajar peserta, tetapi belum memadai sebagai alat ukur yang stabil. Revisi perlu difokuskan pada penyeimbangan tingkat kesukaran, penguatan daya pembeda, perbaikan pengecoh berbasis miskonsepsi, dan validasi isi oleh ahli.