Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Kecerdasan Buatan terhadap Cara Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Mahasiswa Generasi Z Jihan Ibrahim; Ridwan Syahran; Mardi Lestari; Azam Arifyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i4.5541

Abstract

Pesatnya pemakaian kecerdasan buatan (AI) generatif dalam kegiatan akademik mahasiswa belum diiringi kesepakatan mengenai dampaknya pada kemampuan kognitif dan motivasi, terutama bila ditinjau dari konsep cognitive offloading. Sebagai pengguna yang paling cepat menyesuaikan diri, Generasi Z diduga mudah mengalami pergeseran cara berpikir, sementara di Indonesia kajian yang menelaah kedua aspek tersebut sekaligus masih jarang. Tujuan penelitian ini adalah menguji seberapa jauh AI memengaruhi daya pikir kritis dan semangat belajar mahasiswa Generasi Z di Prodi Bimbingan dan Konseling, Universitas Tadulako. Rancangan yang dipakai ialah deskriptif dengan analisis korelasional kuantitatif. Dari populasi 142 mahasiswa, 105 mahasiswa angkatan 2024 terpilih sebagai sampel melalui pengacakan setelah ukuran sampel dihitung dengan rumus Taro Yamane. Responden mengisi angket daring (Google Forms) berskala Likert 1–4 yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's alpha 0,818–0,876). Pengolahan data di SPSS memakai regresi linear sederhana, uji-t, serta koefisien determinasi. Residual terbukti berdistribusi normal. Kategori tinggi mendominasi pada variabel penggunaan AI (41,0%), berpikir kritis (47,6%), dan motivasi belajar (40,0%). Hasil regresi memperlihatkan bahwa penggunaan AI memberi efek positif yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis (b = 0,580; t = 10,395 > t tabel 1,983; R² = 0,512) dan pada motivasi belajar (b = 0,640; t = 10,772 > 1,983; R² = 0,530); kontribusinya masing-masing 51,2% dan 53,0%. Akan tetapi, uji linearitas mendeteksi adanya penyimpangan dari pola linear pada kedua hubungan, sehingga temuan harus dibaca secara berhati-hati dan tidak ditarik ke populasi yang lebih luas. Dapat disimpulkan bahwa AI generatif berpeluang menjadi alat bantu belajar selama pemakaiannya tepat dan disertai penilaian terhadap informasi, kesadaran metakognitif, serta peran aktif mahasiswa, sehingga proses berpikir mandiri tidak tergantikan. Hasil ini dapat menjadi pijakan bagi perumusan kebijakan literasi AI yang lebih sesuai di perguruan tinggi.