Qursianur Mahesania
Univeristas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Experiential Learning Berbasis Media Konkret untuk Kesadaran Tubuh pada Siswa Autis: Studi Kasus Pendahuluan Qursianur Mahesania; Dimas Arif Dewantara; Yunita Dianasari; Santi Santi; Ahmad Syahru Mubarok Harisman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i4.5577

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kelayakan (feasibility) penerapan multisensory experiential learning yang berakar pada prinsip embodied cognition untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan kesadaran tubuh (body awareness) pada siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Menggunakan desain one-group pretest-posttest berskala mikro terhadap dua siswa kelas V di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, intervensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan durasi 45 menit pada setiap pertemuan. Intervensi difokuskan pada penggunaan media konkret dan aktivitas sensorimotor untuk menghubungkan pengalaman fisik dengan pemahaman fungsi anggota tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa diukur melalui tes kinerja terstruktur yang mencakup kemampuan menyebutkan, menunjukkan, dan memahami fungsi anggota tubuh. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan akurasi konseptual dari rata-rata 60% pada pretest menjadi 90% pada posttest, dengan perolehan N-Gain sebesar 0,80 dalam kategori tinggi. Analisis individual menunjukkan variasi respons, dengan N-Gain sebesar 1,00 pada Siswa 1 dan 0,60 pada Siswa 2. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan langsung melalui stimulasi sensorimotor berkaitan dengan peningkatan perhatian dan keterlibatan siswa selama pembelajaran, meskipun respons terhadap intervensi berbeda pada masing-masing siswa.