Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kelayakan (feasibility) penerapan multisensory experiential learning yang berakar pada prinsip embodied cognition untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan kesadaran tubuh (body awareness) pada siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Menggunakan desain one-group pretest-posttest berskala mikro terhadap dua siswa kelas V di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, intervensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan durasi 45 menit pada setiap pertemuan. Intervensi difokuskan pada penggunaan media konkret dan aktivitas sensorimotor untuk menghubungkan pengalaman fisik dengan pemahaman fungsi anggota tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa diukur melalui tes kinerja terstruktur yang mencakup kemampuan menyebutkan, menunjukkan, dan memahami fungsi anggota tubuh. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan akurasi konseptual dari rata-rata 60% pada pretest menjadi 90% pada posttest, dengan perolehan N-Gain sebesar 0,80 dalam kategori tinggi. Analisis individual menunjukkan variasi respons, dengan N-Gain sebesar 1,00 pada Siswa 1 dan 0,60 pada Siswa 2. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan langsung melalui stimulasi sensorimotor berkaitan dengan peningkatan perhatian dan keterlibatan siswa selama pembelajaran, meskipun respons terhadap intervensi berbeda pada masing-masing siswa.
Copyrights © 2026