Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Talking Stick dengan memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran guna meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Pos PAUD Tulip 41. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan motorik halus anak usia dini yang terlihat dari kurang optimalnya keterampilan menggenggam, menempel, menggunting, dan menyusun benda. Pemanfaatan barang bekas dipilih karena mudah diperoleh, ekonomis, serta dapat dijadikan media kreatif yang menarik bagi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model Borg & Gall yang terdiri atas tahap langkah-lagkah penelitian yanga akan dilakuakn yaitu (1 ) potensi dan amsalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisis desain produk (6) uji coba produk skalar kecil (7) Revisi Produk. Subjek penelitian adalah anak-anak di Pos PAUD Tulip 41. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Talking Stick dengan memanfaatkan barang bekas mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Anak menjadi lebih aktif, kreatif, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, penggunaan barang bekas juga membantu menumbuhkan sikap peduli lingkungan sejak dini. Dengan demikian, model pembelajaran ini dinilai efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran di pendidikan anak usia dini.