Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran model pembelajaran inquiry berbantuan mind mapping dalam meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas XI MA Al-Mahrusiyah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru matematika dan siswa kelas XI MA Al-Mahrusiyah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry berperan dalam meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa melalui keterlibatan dalam mengidentifikasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis informasi, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta mempresentasikan hasil pembelajaran. Sementara itu, mind mapping berperan membantu siswa mengorganisasikan hasil penyelidikan, memahami hubungan antarkonsep secara lebih sistematis, serta mendorong kolaborasi selama proses pembelajaran. Penggabungan model inquiry dan mind mapping menciptakan pembelajaran yang lebih partisipatif sehingga meningkatkan keaktifan belajar siswa, baik pada siswa yang aktif maupun siswa yang sebelumnya cenderung pasif. Simpulan: Penerapan model pembelajaran inquiry dengan bantuan mind mapping memberikan kontribusi terhadap peningkatan keaktifan belajar matematika melalui keterlibatan siswa dalam kegiatan penyelidikan, penyusunan konsep, serta interaksi kerja sama selama proses pembelajaran.