Pencabutan gigi menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan keras berupa tulang alveolar yang akan mengalami proses penyembuhan melalui mekanisme remodeling tulang. Proses ini melibatkan keseimbangan antara aktivitas sel osteoblas sebagai pembentuk tulang dan osteoklas sebagai sel peresorpsi tulang. Ketidakseimbangan aktivitas kedua sel tersebut dapat menghambat proses penyembuhan pasca pencabutan gigi. Ekstrak biji delima (Punica granatum) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi memengaruhi proses penyembuhan tulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji delima (Punica granatum) terhadap jumlah sel osteoblas dan osteoklas pada tikus putih (Rattus norvegicus) pasca pencabutan gigi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris in vivo dengan desain post-test only control group. Subjek penelitian terdiri dari 24 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak biji delima dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21 pasca pencabutan gigi. Jumlah sel osteoblas dan osteoklas diamati melalui pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut LSD dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kelompok tanpa pemberian ekstrak biji delima mengalami peningkatan jumlah osteoklas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak biji delima secara signifikan menurunkan jumlah osteoklas dan meningkatkan jumlah osteoblas dibanding kelompok K- (p 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji delima (Punica granatum) berpengaruh terhadap jumlah sel osteoblas dan osteoklas pada proses penyembuhan tulang alveolar pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus), namun perbedaan konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20% tidak menunjukkan perbedaan efek yang bermakna.Kata kunci: Ekstrak biji delima, osteoblas, osteoklas, pencabutan gigi, Rattus norvegicus