This Author published in this journals
All Journal Menara Ilmu
Zhafran Hamid
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Galodo Terhadap Keanekaragaman Jenis Dan Struktur Komunitas Amfibi Di Daerah Aliran Sungai Kota Padang Fauzan Fauzan; Eko Subrata; Chairul Amri; Zhafran Hamid
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8521

Abstract

 ABSTRAK : Galodo merupakan bencana hidrometeorologi yang dapat mengubah kondisi fisik habitat sungai dan mempengaruhi keberadaan amfibi. Amfibi dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga sering digunakan sebagai indikator kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan struktur komunitas amfibi (komposisi, kelimpahan dan dominansi spesies) sebelum dan setelah galodo dan perbedaan keanekaragaman jenis amfibi sebelum dan setelah terjadinya galodo di Daerah Aliran Sungai Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada April – Juli 2026 menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) atau survei perjumpaan secara langsung, dikombinasikan dengan metode line transek dengan panjang jalur pengamatan 300 meter. Hasil penelitian menunjukkan bhawa setelah terjadinya bencana galodo, terjadi penurunan jumlah spesies dan individu pada seluruh lokasi penelitian, di Sungai Air Dingin jumlah spesies mengalami penurunan sebesar 28,57% dan individu sebesar 44%, Sungai Batang Sapih penurunan spesies 23,08% dan individu 53%, dan Sungai Batang Kuranji penurunan spesies 35,71% dan individu 64%. Indeks keanekaragaman mengalami penurunan yang sangat tinggi pada Stasiun II dan III yaitu Sungai Air Dingin Stasiun II 56% dan III 100%, Sungai Batang Sapih Stasiun II 44% dan III 38%, Sungai Batang Kuranji Stasiun II 23% dan III 58%.Kata kunci: Galodo, amfibi, keanekaragaman, habitat, kepunahan