Ahmad Saifuddin
BAZNAS Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Badan Amil Zakat Nasional Dalam Pengentasan Kemiskinan Exstrim di Kabupaten Tulungagung Ahmad Saifuddin; Dwi Wahyu Ningtyas
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2026): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/pkzzne11

Abstract

Abstrack This study was motivated by a phenomenon concerning the role of BAZNAS Tulungagung Regency in alleviating extreme poverty through the “sebatangkara” living expense assistance program during the 2022–2024 period. This program is aimed at elderly beneficiaries and vulnerable individuals without a breadwinner, with the goal of meeting their basic needs and ensuring a decent standard of living. The research method employed was field research using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were subsequently analyzed interactively. The results of the study indicate a downward trend in the number of aid recipients, from 218 beneficiaries in 2022 to 204 beneficiaries in 2024, with a decrease in funding from Rp784,800,000.00 to Rp734,400,000.00. This decline is influenced by natural factors, such as the passing of beneficiaries, as well as stricter data verification and validation policies. Although the number of recipients has decreased, the proportion of funds distributed per beneficiary remains consistent. This underscores that the program is not merely charitable but also embodies the maqashid al-sharia in safeguarding life (hifz an-nafs) and demonstrates a zakat policy that is increasingly targeted. Challenges that remain include data accuracy, resource constraints, and beneficiary dependency. Therefore, strengthening digital systems, management transparency, and institutional synergy are necessary to enhance the effectiveness of zakat as an instrument for empowerment and sustainable poverty alleviation.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang berkenaan dengan peran BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program bantuan biaya hidup sebatangkara pada periode 2022–2024. Program ini diarahkan kepada mustahik lansia dan individu rentan tanpa penanggung nafkah dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar serta menjaga kelangsungan hidup yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan jumlah penerima bantuan dari 218 mustahik pada tahun 2022 menjadi 204 mustahik pada tahun 2024, dengan penurunan dana dari Rp784.800.000,00 menjadi Rp734.400.000,00. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor alamiah, seperti meninggalnya mustahik, serta kebijakan verifikasi dan validasi data yang lebih ketat. Meskipun jumlah penerima menurun, proporsi distribusi dana per mustahik tetap konsisten. Hal ini menegaskan bahwa program tidak sekadar karitatif, tetapi juga merepresentasikan maqashid syariah dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs) serta memperlihatkan arah kebijakan zakat yang semakin tepat sasaran. Tantangan yang masih dihadapi mencakup akurasi pendataan, keterbatasan sumber daya, dan ketergantungan mustahik. Oleh karena itu, penguatan sistem digital, transparansi pengelolaan, dan sinergi kelembagaan diperlukan guna meningkatkan efektivitas zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan berkelanjutan.   Kata Kunci: BAZNAS, zakat, beneficiaries, extreme poverty, welfare