Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Gowa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produktivitas kerja sebagai faktor penentu keberhasilan perusahaan ritel dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya mengenai determinan produktivitas kerja, serta menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori (explanatory research). Lokasi penelitian adalah PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Gowa dengan sampel sebanyak 44 data yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (census sampling). Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan studi literatur. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin yang telah memenuhi uji validitas (seluruh item memiliki nilai r hitung > r tabel) dan uji reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, sedangkan beban kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Motivasi kerja merupakan variabel yang paling dominan dalam meningkatkan produktivitas kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas kerja memerlukan pengelolaan motivasi, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta pengelolaan beban kerja yang proporsional. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan kebijakan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan motivasi dan kualitas lingkungan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti kepemimpinan, kompensasi, atau kepuasan kerja, serta memperluas objek penelitian agar hasil yang diperoleh memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik.