Aynul Arham
Universitas negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Japanese Multiplication Method (JAMED) dengan Lattice Multiplication terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Bilangan Bulat Aynul Arham; Ahmad Talib; Andi Syukriani
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/44zsmc83

Abstract

Penelitian ini merupakan eksperimen semu yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Japanese Multiplication Method (JAMED) dan Lattice Multiplication dalam model Problem Based Learning (PBL), mendeskripsikan pemahaman konsep perkalian bilangan bulat siswa setelah pembelajaran, serta menganalisis perbedaan hasil antara kedua metode. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Anggeraja semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII A sebagai eksperimen 1 (JAMED) dan kelas VII B sebagai eksperimen 2 (Lattice Multiplication), masing-masing berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes posttest berbentuk uraian, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, dan independent samples t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas JAMED sebesar 66,00 (kategori sedang) dan kelas Lattice Multiplication sebesar 74,60 (kategori tinggi). Keterlaksanaan pembelajaran pada kedua kelas berada pada kategori sangat baik, masing-masing 96,28% dan 96,08%. Uji hipotesis menghasilkan t = -2,115, df = 48, dan Sig. (2-tailed) = 0,040 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil kedua kelompok. Persentase ketuntasan berdasarkan KKM 73 adalah 28,00% pada kelas JAMED dan 56,00% pada kelas Lattice Multiplication. Walaupun capaian tes kelas Lattice lebih tinggi, respon siswa terhadap JAMED lebih positif dengan rata-rata skor angket 43,04 (kategori tinggi), dibandingkan Lattice 38,80 (kategori sedang).