Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan serta Risiko Ketergantungan pada Siswa SMP Negeri 19 Balikpapan Agus Wijayanto; Yusma Auliya Nur; Dhio Gusty Miranda; Pina Aulia Rahma; Diva Chrestella Fadli; Raina Agatha Feliccia Randang; Salsabila Septiana Putri; Ina Mawarni; Muhammad Riski; Aries Nofrizal; Dika Damayanti; Divia Rizki Aulia; Affridatun Nikmah; Naila Makhfirah Nathasya; Muhammad Rafie Firdaus; Muhammad Shandy Prasetyo; Muhamad Zulton Praditya; Cahyo Banyu Aji Nugroho; Bryan Al-Raihan; William Baptisto Manziebert
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ery21562

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Namun, kemudahan tersebut juga memicu risiko ketergantungan berlebihan (over-reliance) di kalangan siswa yang dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan AI sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko ketergantungan teknologi di SMP Negeri 19 Balikpapan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan pendekatan partisipatif yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan AI, dan sesi tanya jawab. Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan guru pada 3 Agustus 2026 untuk mengidentifikasi permasalahan, dilanjutkan dengan penyusunan materi menggunakan Canva, serta pelaksanaan pada 7 Agustus 2026 yang diikuti oleh 47 siswa dari dua kelas di Aula sekolah dengan durasi 2 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab, serta mampu mengidentifikasi dampak negatif dari penggunaan AI secara berlebihan. Namun, keterbatasan waktu menyebabkan evaluasi kuantitatif berupa pre-test dan post-test tidak dapat dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai etika penggunaan AI, namun diperlukan durasi tambahan dan instrumen evaluasi yang terukur pada kegiatan mendatang untuk mengukur peningkatan pemahaman secara objektif.