Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Aparatur dan Masyarakat melalui RBI untuk Tata Kelola Administrasi Publik Berkelanjutan: Evaluasi Partisipatif di Kampung Jimpitan, Batu Jaya Ivan Budi Susetyo; Yeni Widyastuti; Setyani Setyani; Indah Wahyu Maesarini; Puryanto Puryanto; Irva Sectio Caesaria Satyani; Erwin Rahmandita; Faizal Madya; Florentina Ratih Wulandari; Aan Wahyudi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ksj0n076

Abstract

Kelurahan sebagai unit pemerintahan terdepan menentukan efektivitas pelayanan publik, partisipasi warga, dan keberhasilan pengarusutamaan gender di akar rumput, tetapi kapasitas aparatur dan integrasi sistem digital pada tataran ini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan memperkuat kapasitas aparatur dan masyarakat Kelurahan Batu Jaya, Kota Tangerang, melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 dengan pendekatan partisipatif-andragogis yang memadukan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi kertas kerja terstruktur, diikuti 30 peserta dari aparatur kelurahan, pengurus RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat, dan kader PKK/Posyandu/Kelompok Melati, dengan 21 kertas kerja (pengembalian 70%) sebagai unit analisis. Hasil menunjukkan tantangan tata kelola paling dominan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia aparatur (62%), rendahnya pemanfaatan teknologi informasi (48%), data kependudukan dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang tidak mutakhir (29%), serta birokrasi berbelit (29%). Prinsip Partisipatif dinilai paling relevan, sejalan dengan tradisi gotong royong Kampung Jimpitan, diikuti Responsif Gender, Kolaboratif, Inklusif, dan Adaptif. Peserta merumuskan tindak lanjut berupa sosialisasi berjenjang, pengembangan Kampung Jimpitan, dan literasi digital pembuatan media belajar anak melalui Canva. Temuan menunjukkan bahwa RBI berpotensi menjadi instrumen tata kelola kolaboratif efektif apabila disertai penguatan kapasitas digital, integrasi data lintas sistem, dan pendampingan pascapelatihan berkelanjutan.