Roby Syah Putra Firmansyah
Universitas Pertahanan RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Safe Hospital Movement: Penguatan Budaya Keselamatan Pasien Melalui Edukasi Interaktif Bagi Pengunjung Rumah Sakit: Safe Hospital Movement: Strengthening Patient Safety Culture Through Interactive Education for Hospital Visitors Novi Yulianti; Rezqiqah Aulia Rahmat; Roby Syah Putra Firmansyah; Rahmat Pannyiwi; Nirawan Putranto
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1683

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam mutu pelayanan kesehatan. Upaya menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pasien, keluarga, dan pengunjung rumah sakit. Pengunjung memiliki peran dalam menjaga kebersihan, mematuhi aturan kunjungan, menjaga privasi pasien, mencegah penyebaran infeksi, serta menyampaikan informasi yang relevan kepada petugas kesehatan. Namun, pemahaman pengunjung mengenai perannya dalam keselamatan pasien masih perlu diperkuat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung rumah sakit mengenai keselamatan pasien serta mendorong keterlibatan aktif dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan melalui edukasi interaktif kepada pengunjung rumah sakit. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang. Metode meliputi pretest, penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukatif, demonstrasi, tanya jawab, dan posttest. Materi mencakup identifikasi pasien, kebersihan tangan, pencegahan infeksi, keamanan lingkungan, komunikasi efektif, kepatuhan terhadap aturan kunjungan, perlindungan privasi pasien, dan pelaporan kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 63,2 pada pretest menjadi 88,7 pada posttest. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan tangan, kepatuhan terhadap aturan rumah sakit, komunikasi dengan tenaga kesehatan, perlindungan privasi, serta pelaporan kondisi yang berpotensi membahayakan pasien. Edukasi interaktif juga meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta selama kegiatan. Kesimpulan: Edukasi interaktif melalui program Safe Hospital Movement dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung mengenai keselamatan pasien. Pelibatan pengunjung sebagai bagian dari ekosistem keselamatan rumah sakit perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi yang sederhana, komunikatif, dan mudah diterapkan