Latar Belakang: Striktur uretra adalah penyempitan lumen uretra yang dapat menghambat aliran urin, sehingga memerlukan pemeriksaan radiologi untuk menentukan lokasi dan karakteristik penyempitan tersebut. Uretrografi adalah pemeriksaan radiologi yang mampu memvisualisasikan uretra menggunakan media kontras. Di Departemen Radiologi RSD ( Rumah Sakit Daerah) KRMT Wongsonegoro Semarang, prosedur ini menggunakan ujung kanula IV (abocath tanpa jarum) sebagai alat pemberian kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur uretrografi pada kasus klinis striktur uretra dan rasionalitas di balik penggunaan ujung kanula IV untuk injeksi kontras. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus, yang dilakukan dari Februari hingga Juni 2026 di Departemen Radiologi RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer dan satu ahli radiologi, sedangkan objek penelitian adalah prosedur uretrografi untuk striktur uretra klinis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui transkripsi, reduksi, kategorisasi, perbandingan teoritis, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pemeriksaan dimulai dengan persiapan pasien, penyiapan peralatan dan bahan, dan rontgen panggul polos dalam proyeksi Anteroposterior (AP). Ini diikuti dengan pemberian media kontras secara retrograd menggunakan ujung kanula IV tanpa jarum (abocath), dan pencitraan selanjutnya dalam proyeksi Oblique Posterior Kanan (RPO) dan Oblique Posterior Kiri (LPO). Campuran 20 mL media kontras yodium dan 20 mL NaCl 0,9% (rasio 1:1) disiapkan, dengan 20 cc digunakan untuk masing-masing proyeksi RPO dan LPO hingga lumen uretra terisi optimal (pengisian penuh), sehingga lokasi dan derajat striktur dapat divisualisasikan dengan jelas. Ujung kanula IV 20G/22G, dilumasi dengan gel, dimasukkan sekitar 1-2 cm. Ujung kanula IV dipilih karena desainnya yang pendek dan fleksibel mengurangi risiko tertekuk, menghindari gangguan pada visualisasi uretra anterior, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Kesimpulan: Uretrografi pada kasus klinis striktur uretra menggunakan proyeksi AP, RPO, dan LPO dengan media kontras yodium yang diencerkan dalam NaCl 0,9% dengan rasio 1:1. Penggunaan ujung kanula IV tanpa jarum mendukung visualisasi optimal uretra anterior, meminimalkan risiko tertekuk, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Penggunaan kontras dapat disesuaikan sesuai dengan kondisi pasien dan kebutuhan diagnostik.