Jalan Indihiang-Mangkubumi sepanjang ±6,814 km merupakan jalur utama pergerakan kendaraan berat di Kota Tasikmalaya yang menghubungkan kawasan pertambangan pasir, industri, dan permukiman. Tingginya intensitas lalu lintas kendaraan berat menyebabkan kerusakan perkerasan yang signifikan, namun belum pernah dilakukan evaluasi kondisi jalan secara kuantitatif pada ruas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis volume Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) kendaraan berat; (2) menilai tingkat dan jenis kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) sesuai standar ASTM D6433; serta (3) menganalisis hubungan antara volume LHR kendaraan berat dan nilai PCI secara visual-deskriptif. Survei kondisi perkerasan dilakukan secara visual pada 35 segmen pengamatan (masing-masing sepanjang 100 m) dengan panjang ruas pengamatan ±3,5 km. Survei LHR dilaksanakan di dua titik representatif selama tiga hari (Senin, Sabtu, dan Minggu) pada interval pukul 07.00–18.00 WIB. Terdapat 7 jenis kerusakan yang ditemukan, yaitu: retak kulit buaya (alligator cracking), ambles/depresi (depression), retak memanjang/melintang (longitudinal/transverse cracking), tambalan (patching), lubang (potholes), retak refleksi (reflection cracking), dan keriting (corrugation). Hasil analisis menunjukan nilai PCI rata-rata keseluruhan ruas adalah 52,14 yang termasuk dalam kategori Jelek (Poor). Distribusi kondisi 35 segmen terdiri atas: 5 segmen (14,29%) Sangat Baik, 8 segmen (22,86%) Baik, 5 segmen (14,29%) Sedang, 5 segmen (14,29%) Jelek, 4 segmen (11,43%) Parah, 6 segmen (10 pt) (17,14%) Sangat Parah, dan 2 segmen (5,71%) Hancur. Sebanyak 17 segmen (48,58%) memerlukan penanganan struktural berat hingga rekonstruksi. Survei LHR menunjukan volume kendaraan berat pada Segmen S-24 (kondisi Hancur) sebesar 1.287 kend/hari, sedangkan pada Segmen S-31 (kondisi Sangat Baik) hanya 282 kend/hari, memperlihatkan pola hubungan berbanding terbalik (inverse relationship) antara volume LHR dan nilai PCI.