Elmida wati
Universitas Abulyatama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM TUBERKULOSIS (TB) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Elmida wati; Srie Wahyuni; Ellianufara
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat berkontribusi terhadap terjadinya Stunting pada anak melalui gangguan status gizi dan pertumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan implementasi program TB yang efektif sebagai bagian dari upaya pencegahan Stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan implementasi program Tuberkulosis dalam upaya pencegahan Stunting di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metodologi Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pihak pemangku kebijakan di Puskesmas Darul Imarah. Informan penelitian terdiri atas Kepala Puskesmas, penanggung jawab program Tuberkulosis, penanggung jawab program gizi dan Keluarga pasien TB pada anak. Data penelitian ini terdiri dari Data perimer maupun sekunder, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Tuberkulosis dan Stunting, di mana infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan penyerapan zat gizi, serta penurunan berat badan yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi program Tuberkulosis di Puskesmas Darul Imarah telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan integrasi dengan program pencegahan Stunting, peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan kerja sama lintas program dan lintas sektor, serta optimalisasi pemantauan dan evaluasi program agar upaya pencegahan Tuberkulosis dan Stunting dapat terlaksana secara lebih efektif.