Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diagnosis Partisipatif dan Pemetaan Kebutuhan Digitalisasi Teaching Factory di SMK Negeri 3 Tanjungbalai Dedy Kiswanto; Dita Eka Pertiwi Sirait; Alfitriana Purba
Journal Social Sciences And Technology For Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Nomor 2 September 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i2.2812

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menghasilkan diagnosis partisipatif dan peta kebutuhan digitalisasi Teaching Factory (TeFa) pada Program Keahlian Tata Boga SMK Negeri 3 Tanjungbalai sebagai dasar pengambilan keputusan program. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 melalui observasi langsung, wawancara dengan pimpinan sekolah, pengelola program keahlian, guru produktif, pengelola TeFa dan siswa, diskusi terarah, dokumentasi, serta validasi temuan bersama mitra. Data dianalisis secara deskriptif-tematik pada tujuh domain, yaitu tata kelola TeFa, pemanfaatan teknologi, pemesanan dan transaksi, integrasi pembelajaran, potensi produk, promosi dan pasar, serta dukungan kelembagaan. Ketercapaian tahap diagnosis dinilai dari tersusunnya baseline, teridentifikasinya masalah prioritas, tervalidasinya temuan, dan terumuskannya peta jalan intervensi. Hasil menunjukkan bahwa TeFa memiliki modal produksi, pengalaman awal menerima pesanan, produk berciri lokal, fasilitas dasar, dan dukungan pimpinan, tetapi tata kelola belum terstruktur, pemesanan serta pencatatan transaksi masih manual, katalog digital dan basis data pelanggan belum terintegrasi, dan pemasaran digital belum menjadi bagian kuat dari pembelajaran. Outcome utama kegiatan berupa baseline tervalidasi pada tujuh domain dan enam prioritas intervensi: tata kelola TeFa, pemasaran digital, AI generatif dan rekayasa prompt, platform Kulivio, keamanan digital, serta pendampingan dan evaluasi. Outcome tersebut mengubah informasi masalah yang sebelumnya tersebar menjadi dasar keputusan yang terstruktur, disepakati mitra, dan dapat digunakan sebagai acuan implementasi serta evaluasi dampak pada fase berikutnya.