Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang memiliki angka kematian tinggi, terutama pada pasien rawat inap. Di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, prevalensi pneumonia segala usia mencapai 2,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antibiotik pada pasien pneumonia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medis secara retrospektif yang menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Office Excel dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk persentase, tabel. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 247 pasien terdiagnosis pneumonia, mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 131 pasien (53,04%), dengan kelompok usia terbanyak adalah pasien lansia (>60 tahun), dan durasi perawatan terbanyak adalah antara 1-7 hari dengan jumlah pasien sebanyak 176 pasien (71,26%). Terdapat 3 jenis penggunaan antibiotik yaitu monoterapi 53,75%, kombinasi 2 antibiotik 42,62%, dan kombinasi 3 antibiotik 3,63%. Penggunaan antibiotik monoterapi yang paling banyak digunakan adalah Levofloksasin sebanyak 70 kali. Sefotaksim sebanyak 63 kali, Meropenem 21 kali, penggunaan antibiotik lain seperti sefoperazon (17 kali), sefepim (15 kali), serta ampisilin sulbaktam (9 kali) menunjukkan adanya variasi regimen tergantung pada profil pasien dan respons klinis. Untuk kombinasi 2 antibiotik yang paling sering digunakan adalah Gentamisin + Ampisilin sebanyak 55 kali, sedangkan kombinasi 3 antibiotik terbanyak adalah Sefotaksim + Gentamisin + Ampisilin sebanyak 5 kali.