Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMANFAATAN FLASHCARDS ANATOMI TUBUH MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENYIMPANAN OBAT PADA SISWA SMK Al MUHADJIRIN 2 BEKASI Bayu Dwi Handono; Pristiyantoro; Umul Angga Brahmono; Ida Diana Sari; Dwi Elsha Shanty Fauzani
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this community service is to evaluate the effectiveness of using human anatomy flashcards and proper hypertension medication storage information as educational media to enhance students' knowledge of hypertension and medication storage. This research involved 26 respondents from SMK Al Muhadjirin 2 Bekasi who received educational intervention in the form of human anatomy flashcards and information on proper hypertension medication storage. Knowledge was measured before (pre-test) and after (post-test) the intervention using the Paired Sample t-Test. The pre-test results showed an average knowledge score of 10.27, which increased to 10.92 in the post-test, with an average difference of -0.65. Normality test using Shapiro-Wilk indicated that the pre-test data were normally distributed (p=0.253 > 0.05). The Paired Samples t-test results showed a p-value of 0.003 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores. This demonstrates that flash cards are effective in improving participants' understanding of human anatomy, its relationship with hypertension, and the importance of proper medication storage
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSIA X KOTA BEKASI Bayu Dwi Handono; Meiana Dwi Andini; Hazimatunnisa
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah tujuan fundamental dalam pelayanan kesehatan, yang menjadi tolok ukur peningkatan mutu layanan rumah sakit di masa depan. Adanya jaminan kesehatan seperti BPJS, berperan penting dalam menciptakan kepuasan pasien. RSIA X Kota Bekasi merupakan fasilitas rujukan kesehatan vital bagi peserta BPJS di wilayah Bekasi, dengan 12.730 kunjungan pasien rawat jalan BPJS pada tahun 2023. Tingginya jumlah kunjungan ini menuntut pelayanan kefarmasian yang optimal untuk memastikan kepuasan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografi (usia, pendidikan terakhir, dan jenis kelamin) dengan tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi, yang diukur berdasarkan lima dimensi kualitas layanan: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Sampel penelitian berjumlah 271 pasien, diperoleh melalui metode random sampling dengan perhitungan rumus Slovin dari total populasi rata-rata 842 pasien rawat jalan BPJS pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif (distribusi frekuensi dan persentase) serta statistik inferensial (uji Chi-square) untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel demografi dan kepuasan pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas secara keseluruhan terhadap pelayanan kefarmasian (59%). Penilaian responden terhadap dimensi bukti fisik paling banyak adalah puas (51%). Untuk dimensi kehandalan, paling banyak adalah puas (46%). Pada dimensi ketanggapan, paling banyak adalah puas (52%). Penilaian dimensi jaminan paling banyak adalah sangat puas (53%). Untuk dimensi empati, paling banyak adalah puas (52%). Berdasarkan uji Chi-square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor demografi (usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir) dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi (p-value > 0.05 untuk ketiga faktor). Kesimpulannya, dari kelima dimensi, mayoritas pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi, dengan persentase kepuasan sebesar 59%.
Gambaran Kesesuaian Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Umum Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi Bulan Maret 2023 Alifa Sabrina; Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Popi Sumiati
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu merupakan salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, apabila pasien merasakan pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan, maka tidak terjadi adanya loyalitas pasien. Salah satu mutu yang ingin dicapai instalasi farmasi rumah sakit yaitu dapat meminimalkan waktu tunggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi terhadap Kepmenkes RI No 129 tahun 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara observasional dengan mencatat waktu tunggu pelayanan resep. Sampel diambil dengan metode accidental sampling yaitu dengan mengambil data yang dapat tercatat selama waktu penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 107 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yaitu untuk resep obat jadi ada 72 lembar resep yang sesuai atau sebesar 83,72% dengan rata-rata waktu tunggu 18 menit 32 detik, dan yang tidak sesuai ada 14 lembar atau sebesar 16,28% dengan rata-rata waktu tunggu 34 menit 57 detik. Sedangkan untuk obat racikan ada 19 lembar resep yang sesuai atau sebesar 90,48% dengan rata-rata waktu tunggu 30 menit 3 detik, dan yang tidak sesuai ada 2 lembar atau sebesar 9,52% dengan rata-rata waktu tunggu 68 menit 5 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan waktu tunggu pelayanan resep obat pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Harapan yang memenuhi kesesuaian untuk obat jadi sebesar 83,72% dan untuk obat racikan 90,48%.
Gambaran Kepatuhan Kontrol Rutin Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Klinik Cahaya Amalia Bekasi Utara M. Fathan Nugrah Utama; Charles; Bayu Dwi Handono
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan kontrol rutin Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Klinik Cahaya Amalia Bekasi Utara periode Januari-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang tujuannya memberikan gambaran kepatuhan kontrol rutin Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Klinik Cahaya Amalia Bekasi Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 40 responden, responden yang patuh sebanyak 29 responden (72,5%) dengan HbA1c kategori normal sebanyak 26 responden (89,6%) dan kategori tidak normal sebanyak 3 responden (10,3%). Responden tidak patuh sebanyak 11 responden (27,5%) dengan HbA1c kategori normal sebanyak 0 responden (0%) dan kategori tidak normal sebanyak 11 responden (100%). Dari hasil penelitian di Klinik Cahaya Amalia Bekasi Utara didapatkan hasil: pasien patuh sebanyak 29 responden (72,5%), pasien tidak patuh sebanyak 11 responden (27,5). Kepatuhan kontrol rutin Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Klinik Cahaya Amalia Periode Januari-Desember 2022 adalah 72,5%.
Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Dafa Depok Bulan Januari 2025 Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Ayu Dwi Indriani
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarrmasian di Apotek meliputi pengelolaaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik.. Kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kesehatan, oleh karena  itu  kepuasan  menjadi  bagian  penting dalam  pelayanan kesehatan. Peningkatan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dapat dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan yang di kenal dengan Servqual yang meliputi dimensi keandalan (reliability), dimensi ketanggapan (responsiveness), dimensi jaminan (assurance), dimensi empati (emphaty) dan dimensi bukti fisik (tangible). Terdapat keluhan dari pasien Apotek Dafa Depok berdasarkan uji pendahuluan yang dilakukan peneliti yaitu dengan alasan sarana dan prasarana yang kurang memadai serta belum pernah dilakukan evaluasi tentang kepuasan di Apotek Dafa Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien tentang pelayanan kefarmasian di Apotek Dafa Depok. Metode penelitian ini merupakan metode deskriptif . Teknik pengambilan  sampel pada penelitian ini adalah dengan cara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 239 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Apotek Dafa Depok. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dari lima dimensi  dengan jumlah sampel 239 responden yang mengisi kuesioner di Apotek Dafa Depok didapatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Dafa Depok menyatakan sangat puas pada dimensi keandalan (reliability) sebesar 83,13%, menyatakan sangat puas pada dimensi ketanggapan (responsiveness) sebesar 86,19%, menyatakan sangat puas pada dimensi jaminan (assurance) sebesar 86,29%, menyatakan sangat puas pada dimensi empati (emphaty) sebesar 86,85%, menyatakan puas pada dimensi bukti fisik (tangible) sebesar 79,77%. Dari kelima dimensi kualitas pelayanan dapat disimpulkan bahwa rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayananan kefarmasian di Apotek Dafa bulan Januari 2025 yaitu  84,45% dan masuk dalam  kategori sangat puas.
Exploring the Role of Pharmacists in Improving Medication Adherence among Diabetic Patients in Primary Healthcare Facilities Fef Rukminingsih; Bayu Dwi Handono
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v5i1.16038

Abstract

Non-adherence to medication among patients with diabetes mellitus remains a major challenge in primary healthcare due to its impact on disease control and complications. This study aimed to explore the role of pharmacists in improving medication adherence through pharmaceutical counseling in two primary healthcare facilities in Semarang, Central Java. Using an exploratory qualitative approach, data were collected from nine purposively selected informants through in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings revealed that pharmacists improved medication adherence through structured education, individualized counseling, therapy clarification, and motivational support. However, limited counseling time and variations in patient health literacy remained significant barriers. In conclusion, pharmaceutical counseling plays an important role in improving medication adherence and should be strengthened through healthcare system and policy support.
Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Apotek PIK Jakarta Utara Bulan Januari 2025 Bayu Dwi Handono; Niko Prasetya; Popi Lopian; Umul Angga Brahmono; Vony Nofrika
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan oleh apotek dan waktu tunggu menjadi salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, yang berdampak pada loyalitas pasien. Dalam mewujudkan pelayanan prima apotek harus dapat mengoptimalkan waktu tunggu yang pendek untuk pelayanan resep obat jadi maupun obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi lebih cepat dibandingkan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep yang dihitung adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai obat siap diserahkan ke pasien. Resep juga perwujudan hubungan profesi antara dokter, apoteker dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep di Apotek PIK Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan deskripstif kuantitatif secara prospektif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh resep yang ada di Apotek PIK dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah sampel yang didapat sebanyak 300 resep, yaitu 150 resep obat racikan dan 150 resep obat jadi. Pengambilan resep dilakukan pada waktu tunggu pelayanan ramai saat pasien datang ke apotek. Resep yang terkumpul baik obat jadi dan obat racikan diperoleh dari resep dokter praktek, resep dokter yang dibuat ulang oleh petugas apotek dengan batas copy 3 kali. Hasil penelitian pada Apotek PIK diperoleh waktu tunggu pelayanan resep terlama pada obat jadi tanggal 14 Januari 2025 selisih waktu mulai dari resep diterima sampai obat selesai yaitu 23 menit 49 detik sedangkan waktu tunggu terlama dalam pelayanan resep obat racikan pada tanggal 07 Januari 2025 selisih waktu 1jam 12 menit 3 detik. Ada beberapa faktor, diantaranya faktor waktu tunggu pelayanan resep, sumber daya manusia (SDM), ketersediaan obat dalam resep di Apotek PIK, jumlah resep racikan yang diproses, dan sistem informasi manajemen (SIM). Kesimpulan dari hasil penelitian di Apotek PIK adalah nilai rata–rata waktu tunggu pelayanan untuk resep obat jadi selama 17,98 menit dan racikan selama 41,10 menit.