Jakarta Islamic Index (JII) merupakan indeks yang merepresentasikan kinerja saham syariah paling likuid di Indonesia. Meskipun demikian, penelitian mengenai pengaruh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan BI Rate terhadap return serta mekanisme pembentukan volatilitas JII masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh IHSG, nilai tukar, dan BI Rate terhadap return Jakarta Islamic Index serta menjelaskan mekanisme pembentukan volatilitasnya menggunakan model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) (1,1). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksplanatori berdasarkan data time series harian periode 3 Januari 2022–30 Desember 2025 sebanyak 959 observasi. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, uji stasioneritas, estimasi mean equation, uji efek ARCH, estimasi GARCH (1,1), pemilihan distribusi residual, dan pengujian diagnostik model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap return JII, sedangkan nilai tukar dan BI Rate tidak berpengaruh signifikan. Pada variance equation, parameter ARCH dan GARCH signifikan dengan tingkat volatility persistence yang tinggi, menunjukkan bahwa volatilitas JII terbentuk melalui interaksi shock jangka pendek dan volatilitas historis. Selain itu, distribusi Student's t memberikan spesifikasi model yang lebih baik dibandingkan distribusi Normal. Temuan ini memperkuat penerapan model GARCH (1,1) dalam menjelaskan mekanisme pembentukan return dan volatilitas pasar modal syariah Indonesia serta memberikan implikasi bagi investor dan regulator dalam pengelolaan risiko pasar.