Penelitian ini mengkaji dua permasalahan fundamental dalam evaluasi pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi: (1) kesenjangan antara kurikulum Outcomes-Based Education (OBE) dengan instrumen evaluasi berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS), dan (2) krisis integritas akademik yang bermanifestasi dalam plagiarisme digital serta rekayasa nilai. Menggunakan pendekatan analitis-solutif dengan kajian pustaka mendalam, penelitian ini menganalisis misalignment OBE-LOTS melalui kerangka validity gap Biggs dan Tang (2011), efek backwash negatif berdasarkan teori Hughes (2003), serta mengurai krisis integritas akademik dengan menggunakan Fraud Triangle Cressey (1953) yang diintegrasikan dengan perspektif pendidikan Islam. Sebagai luaran utama, penelitian ini menghasilkan tiga prototipe instrumen evaluasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mencakup level kognitif C4-C6: instrumen Qira'ah Akademik, instrumen Kitabah Argumentatif, dan instrumen Analisis Teks Media Arab. Selain itu, disajikan pula matriks kisi-kisi evaluasi, rubrik penilaian holistik empat aspek, Draft Kode Etik Evaluator berbasis lima nilai inti (Amanah, Shidq, 'Adl, Transparansi, Akuntabilitas), instrumen deteksi plagiarisme, dan strategi redesain asesmen berbasis proyek. Temuan menunjukkan bahwa transformasi evaluasi dari paradigma LOTS menuju HOTS merupakan keniscayaan epistemologis sekaligus etis dalam konteks pendidikan bahasa Arab pascasarjana yang berorientasi pada kompetensi abad ke-21.