Matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami oleh siswa kelas II SD, khususnya pada materi pecahan. Pembelajaran matematika masih bersifat konvensional dan penggunaan media ajar yang terbatas, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh permainan congklak terhadap hasil belajar matematika materi pecahan siswa kelas II SD Negeri Simpang Nibung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode eksperimen yaitu quasi exsperimental design dengan jenis posttest-only control group design. Dalam desain ini, pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Permainan congklak memiliki beberapa keunggulan dalam pembelajaran, diantaranya mampu meningkatkan pastisipasi aktif siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Selain itu, permainan ini juga membanti siswa dalam memahami konsep pecahan melalui penerapan yang dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest dari kelas eksperimen adalah 83,75 yang masuk dalam kategori baik. Sementara itu, kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata 71,18 yang termasuk dalam kategori cukup, sehingga terlihat bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan uji homogenitas menununjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test, menununjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed/ dua arah) sebesar 0,011 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan congklak berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada materi pecahan siswa kelas II SD Negeri Simpang Nibung.