Desi Andriani
Universitas Hamzanwadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PEDESAAN MENYONGSONG DEEP LEARNING: ANALISIS TIGA DIMENSI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI LEGU Desi Andriani; Husnul Mukti; Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.6113

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SD Negeri Legu, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ditinjau dari tiga dimensi, yaitu kognitif, psikologis, dan finansial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa kepala sekolah dan wali kelas I-V, serta sumber data sekunder berupa dokumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan kognitif guru berada pada level baik, ditandai dengan pemahaman konsep Deep Learning yang diperoleh melalui in-house training bertahap, sosialisasi dinas pendidikan, dan diskusi antarrekan sejawat, serta kemampuan menyusun dan menerapkan modul ajar sesuai karakteristik jenjang kelas. Kesiapan psikologis guru juga berada pada level baik, ditopang oleh dukungan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan motivasi kepala sekolah. Kesiapan finansial instruksional sekolah tergolong cukup baik, terbantu oleh optimalisasi Dana BOS serta bantuan wifi, proyektor, dan Smart TV dari pemerintah, meskipun keterbatasan jumlah perangkat masih menjadi kendala yang diatasi melalui sistem penjadwalan bergilir dan kontribusi sumber daya pribadi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pembinaan berkelanjutan dan dukungan anggaran digital yang lebih merata bagi sekolah dasar di wilayah pedesaan.