Claudia Tari Rumondang
internship

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PIODERMA GANGRENOSUM DENGAN KOINFEKSI MRSA Claudia Tari Rumondang; Eka Komarasari; Prima Kartika Esti
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i3.573

Abstract

   Pendahuluan: Pioderma gangrenosum (PG) adalah penyakit inflamasi kulit noninfeksi yang jarang terjadi, terutama pada anak-anak. Diagnosis PG sering menantang karena gejalanya mirip dengan infeksi kulit sehingga diperlukan pemeriksaan dan proses diagnosis banding untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Kasus: Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun mengeluhkan luka borok basah yang sangat nyeri dan membesar dengan cepat. Lesi awal berupa lecet kecil yang dicurigai sebagai pintu masuk infeksi. Diagnosis awal adalah frambusia dan pasien diberikan terapi azitromisin, seftriakson, serta metilprednisolon. Hasil pemeriksaan serologi negatif, sehingga diagnosis frambusia disingkirkan dan PG menjadi diagnosis utama. Luka sempat membaik, namun kambuh dua bulan kemudian di tempat yang sama dan muncul lesi baru. Pasien dirawat inap ulang dengan terapi antibiotik intravena dan kortikosteroid. Kultur pus menunjukkan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Pasien menerima terapi vankomisin sesuai sensitivitas dan tatalaksana eradikasi MRSA dengan mandi klorheksidin dan salep mupirosin intranasal. Setelah 9 hari perawatan, pasien pulang dengan perbaikan lesi dalam dua minggu. Diskusi: PG pada anak merupakan tantangan diagnosis dan terapi. Koinfeksi MRSA dapat memperburuk kondisi dan memperlambat penyembuhan. Simpulan: Penanganan yang cepat dan tepat dengan kombinasi terapi antiinflamasi dan antibiotik sesuai sensitivitas sangat penting untuk hasil klinis yang optimal.