Regitta Indira
1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manifestasi Klinis, Diagnosis, dan Terapi Malasezia Folicullitis : Kasus Serial Evy Ervianti; Linda Astari; Trisiswati Indranarum; Hasnikmah Mappamasing; Medhi Denisa; Regitta Indira; Muhammad Kharis Khamdan
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i3.598

Abstract

   Pendahuluan: Folikulitis Malassezia (FM) adalah infeksi superfisial pada folikel rambut yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih ragi lipofilik Malassezia spp. Meskipun secara klinis mirip dengan akne vulgaris, kondisi ini memiliki implikasi etiologis dan terapeutik yang berbeda. Kasus: Laporan kasus ini menampilkan empat kasus FM dengan gambaran klinis berupa papul dan pustul folikular monomorfik yang pruritik, terutama mengenai wajah, punggung, dan dada. Diagnosis dikonfirmasi melalui pemeriksaan klinis, preparat kalium hidroksida (KOH) 10%, pemeriksaan lampu Wood, dan dermoskopi. Semua kasus menunjukkan ciri khas infeksi Malassezia. Diskusi: Faktor risiko kolonisasi Malassezia pada folikel rambut antara lain panas, kelembapan, keringat, oklusi, penggunaan antibiotik atau kortikosteroid, serta imunosupresi. Tata laksana FM mencakup edukasi mengenai perawatan kulit yang tepat, penghindaran faktor pencetus, dan penghentian penggunaan produk oklusif atau berbahan dasar minyak. Simpulan: Diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai umumnya memberikan prognosis sangat baik, dengan perbaikan klinis yang biasanya terlihat dalam dua hingga empat minggu.