Media Dermato-Venereologica Indonesiana
Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana

Manifestasi Klinis, Diagnosis, dan Terapi Malasezia Folicullitis : Kasus Serial

Evy Ervianti (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Linda Astari (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Trisiswati Indranarum (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Hasnikmah Mappamasing (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Medhi Denisa (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Regitta Indira (1Departemen Dermatologi Venereologi dan Estetika/KSM Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Sutomo, Surabaya)
Muhammad Kharis Khamdan (Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

   Pendahuluan: Folikulitis Malassezia (FM) adalah infeksi superfisial pada folikel rambut yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih ragi lipofilik Malassezia spp. Meskipun secara klinis mirip dengan akne vulgaris, kondisi ini memiliki implikasi etiologis dan terapeutik yang berbeda. Kasus: Laporan kasus ini menampilkan empat kasus FM dengan gambaran klinis berupa papul dan pustul folikular monomorfik yang pruritik, terutama mengenai wajah, punggung, dan dada. Diagnosis dikonfirmasi melalui pemeriksaan klinis, preparat kalium hidroksida (KOH) 10%, pemeriksaan lampu Wood, dan dermoskopi. Semua kasus menunjukkan ciri khas infeksi Malassezia. Diskusi: Faktor risiko kolonisasi Malassezia pada folikel rambut antara lain panas, kelembapan, keringat, oklusi, penggunaan antibiotik atau kortikosteroid, serta imunosupresi. Tata laksana FM mencakup edukasi mengenai perawatan kulit yang tepat, penghindaran faktor pencetus, dan penghentian penggunaan produk oklusif atau berbahan dasar minyak. Simpulan: Diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai umumnya memberikan prognosis sangat baik, dengan perbaikan klinis yang biasanya terlihat dalam dua hingga empat minggu.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mdvi

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang ...