Dayanto Indro Utomo
Anatomical pathologist, Department of Anatomical Pathology, Mayapada Hospital, Tangerang, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENIGN FIBROUS HISTIOCYTOMA MULTIPLE PADA REGIO LENGAN BAWAH DENGAN KONFIRMASI HISTOPATOLOGIS: LAPORAN KASUS: Laporan Kasus Sukmawati Tansil Tan; Cornelia Kartika Matthew; Fanny Chandra; Dayanto Indro Utomo
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i3.611

Abstract

   Pendahuluan: Benign fibrous histiocytoma (BFH) merupakan neoplasma dermis jinak yang berasal dari proliferasi sel fibroblastik dan histiositik, dengan spektrum manifestasi klinis yang bervariasi. Bentuk multipel jarang dijumpai dan sering menimbulkan kesulitan diagnosis karena kemiripan morfologinya dengan berbagai dermatosis lain. Kasus: Seorang perempuan berusia 56 tahun datang dengan keluhan papul multipel pada kedua lengan bawah yang bertambah jumlah dan ukuran dalam kurun waktu tiga bulan, disertai pruritus ringan. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan papul multipel, diskret, permukaan licin, berukuran milier hingga lentikuler, dengan distribusi simetris pada antebrachii bilateral. Diagnosis banding klinis meliputi veruka plana, veruka vulgaris, dan moluskum kontagiosum. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan epidermis hiperkeratotik dan akantotik, serta proliferasi sel bulat hingga spindel di dermis dengan pola storiform, tanpa atipia inti maupun aktivitas mitosis, yang sesuai dengan BFH. Diskusi: Gambaran klinis BFH multipel dapat menyerupai berbagai lesi papular jinak, sehingga diagnosis sulit ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis saja. Pada kasus ini, morfologi klinis dan gambaran histopatologi berperan penting dalam memastikan diagnosis BFH serta membedakan dari lesi fibrohistiositik lain, khususnya dermatofibrosarcoma protuberans. Simpulan: Benign fibrous histiocytoma multipel merupakan kondisi yang jarang dan dapat menyerupai berbagai dermatosis lain secara klinis. Pemeriksaan histopatologi memiliki peranan penting dalam menegakkan diagnosis definitif serta menyingkirkan kemungkinan keganasan, sehingga mendukung penatalaksanaan yang tepat.