Media Dermato-Venereologica Indonesiana
Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana

BENIGN FIBROUS HISTIOCYTOMA MULTIPLE PADA REGIO LENGAN BAWAH DENGAN KONFIRMASI HISTOPATOLOGIS: LAPORAN KASUS: Laporan Kasus

Sukmawati Tansil Tan (Dermatologist, Department of Dermatology and Venereology, Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara, Indonesia.)
Cornelia Kartika Matthew (Medical doctor professional program student, Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara, Indonesia.)
Fanny Chandra (Medical doctor professional program student, Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara, Indonesia.)
Dayanto Indro Utomo (Anatomical pathologist, Department of Anatomical Pathology, Mayapada Hospital, Tangerang, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

   Pendahuluan: Benign fibrous histiocytoma (BFH) merupakan neoplasma dermis jinak yang berasal dari proliferasi sel fibroblastik dan histiositik, dengan spektrum manifestasi klinis yang bervariasi. Bentuk multipel jarang dijumpai dan sering menimbulkan kesulitan diagnosis karena kemiripan morfologinya dengan berbagai dermatosis lain. Kasus: Seorang perempuan berusia 56 tahun datang dengan keluhan papul multipel pada kedua lengan bawah yang bertambah jumlah dan ukuran dalam kurun waktu tiga bulan, disertai pruritus ringan. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan papul multipel, diskret, permukaan licin, berukuran milier hingga lentikuler, dengan distribusi simetris pada antebrachii bilateral. Diagnosis banding klinis meliputi veruka plana, veruka vulgaris, dan moluskum kontagiosum. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan epidermis hiperkeratotik dan akantotik, serta proliferasi sel bulat hingga spindel di dermis dengan pola storiform, tanpa atipia inti maupun aktivitas mitosis, yang sesuai dengan BFH. Diskusi: Gambaran klinis BFH multipel dapat menyerupai berbagai lesi papular jinak, sehingga diagnosis sulit ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis saja. Pada kasus ini, morfologi klinis dan gambaran histopatologi berperan penting dalam memastikan diagnosis BFH serta membedakan dari lesi fibrohistiositik lain, khususnya dermatofibrosarcoma protuberans. Simpulan: Benign fibrous histiocytoma multipel merupakan kondisi yang jarang dan dapat menyerupai berbagai dermatosis lain secara klinis. Pemeriksaan histopatologi memiliki peranan penting dalam menegakkan diagnosis definitif serta menyingkirkan kemungkinan keganasan, sehingga mendukung penatalaksanaan yang tepat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mdvi

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang ...