Pembelajaran geometri di SMP masih didominasi pendekatan prosedural sehingga belum optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir geometri siswa. Meskipun penelitian tentang etnomatematika maupun teori Van Hiele telah banyak dilakukan, belum ditemukan pengembangan LKPD yang secara terpadu mengintegrasikan etnogeometri Rumah Betang Ensaid Panjang dengan orientasi teori Van Hiele. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan LKPD berbasis etnogeometri Rumah Betang Ensaid Panjang untuk menghasilkan bahan ajar geometri yang memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang memadai bagi siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menerapkan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melalui tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang telah dikembangkan selanjutnya diujicobakan kepada 30 siswa kelas VII A SMPN 6 SATAP Sintang. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi oleh dosen ahli dan guru matematika serta angket respon siswa untuk mengukur tingkat kepraktisan LKPD berdasarkan penilaian siswa. Data penelitian diperoleh melalui proses validasi oleh para ahli, penyebaran angket respons kepada siswa, serta dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan pendekatan persentase. Berdasarkan hasil analisis, LKPD yang dikembangkan memperoleh nilai validitas sebesar 85,56% sehingga termasuk dalam kategori Sangat Valid, sedangkan tingkat kepraktisannya mencapai 83,8% dengan kategori Sangat Praktis. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan ajar geometri yang mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. LKPD ini dirancang untuk mendukung aktivitas berpikir geometri pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) menurut teori Van Hiele melalui pemanfaatan konteks Rumah Betang Ensaid Panjang.