Rizka Dwiyovita
Universitas Aisyah Pringsewu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI LAMPUNG BERDASARKAN HOT-FIT MODEL Nita Oktavia; Rizka Dwiyovita; Yessiana Luthfia Bahri
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1592

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem informasi kesehatan berbasis digital yang digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan agar lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Dalam penerapannya di rumah sakit masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, gangguan jaringan internet, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung berdasarkan pendekatan HOT-FIT Model pada aspek human dan technology. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada petugas rekam medis, petugas pendaftaran, Kepala Rekam Medis, dan staf teknologi informasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan implementasi RME berdasarkan aspek human dan technology. Pada aspek human, ditemukan bahwa petugas memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang memadai serta menunjukkan respons positif terhadap RME karena dinilai membantu proses pelayanan. Namun terdapat kendala seperti error sistem, gangguan jaringan internet, dan hambatan terkait proses BPJS. Pada aspek technology, sistem sudah terintegrasi dengan BPJS dan Satu Sehat dan mampu menghasilkan informasi yang relatif lengkap dan akurat; infrastruktur pendukung tersedia di unit pelayanan dengan dukungan tim IT, meskipun masalah kualitas jaringan, proses bridging BPJS, spesifikasi komputer, dan sebagian pengolahan data pasien yang masih manual memerlukan perbaikan. Implementasi RME di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung telah berjalan sesuai kebutuhan pelayanan, namun masih diperlukan peningkatan pada jaringan, sistem, dan sarana pendukung pelayanan kesehatan.
ANALISIS PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS SEBAGAI PENJAMIN ASPEK HUKUM KERAHASIAAN DATA PASIEN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK MUTIARA HATI PRINGSEWU Fadia Syahla; Rizka Dwiyovita; Tri Adi Nugroho
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1593

Abstract

Pelepasan informasi rekam medis merupakan proses pemberian informasi kesehatan pasien kepada pihak yang berwenang dengan tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data pasien. Pelaksanaan pelepasan informasi yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan risiko kebocoran data dan permasalahan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelepasan informasi rekam medis sebagai penjamin aspek hukum kerahasiaan data pasien di RSIA Mutiara Hati Pringsewu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi menggunakan lembar checklist, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas pendaftaran, petugas pelepasan informasi, petugas pelaporan, kepala rekam medis, dan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSIA Mutiara Hati Pringsewu telah memiliki SOP pelepasan informasi rekam medis yang mengacu pada Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, dan kebijakan internal rumah sakit. Pelaksanaan pelepasan informasi rekam medis sudah berjalan cukup baik melalui proses verifikasi identitas dan persetujuan pasien. Namun, masih ditemukan kendala berupa belum adanya pelatihan khusus, keterbatasan SDM, serta tumpang tindih pekerjaan pada bagian pelepasan informasi dan pelaporan yang masih dirangkap oleh kepala rekam medis. Disarankan agar rumah sakit memberikan pelatihan khusus serta menambah petugas pada bagian pelepasan informasi dan pelaporan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan menjaga kerahasiaan data pasien.