Munawwir Ramadhan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM ISLAM AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN ISLAM DALAM PRAKTIK MITONI DI DESA CINTA RAKYAT, DELI SERDANG: ANALISIS TEOLOGI HUKUM ISLAM DAN 'URF Sugeng Wanto; Munawwir Ramadhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63166

Abstract

Mitoni merupakan salah satu tradisi daur hidup masyarakat Jawa yang telah berakulturasi dengan nilai-nilai Islam dan masih dilestarikan oleh komunitas Jawa-Muslim di Desa Cinta Rakyat, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Di lapangan, pelaksanaan mitoni oleh generasi muda cenderung menurun dibandingkan generasi sebelumnya, sementara pemahaman warga mengenai kedudukan hukum Islam atas berbagai unsur ritual di dalamnya masih beragam, sehingga berpotensi menimbulkan kerancuan antara upaya melestarikan budaya dan menjaga kemurnian akidah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan hukum Islam kepada warga umum, tokoh agama, dan tokoh adat Desa Cinta Rakyat mengenai bentuk akulturasi budaya Jawa dan Islam dalam praktik mitoni, kedudukannya dari perspektif teologi hukum Islam dan konsep 'urf, serta relevansinya dengan kaidah al-muhafazatu 'ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-aslah. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Desa Cinta Rakyat, dengan sasaran minimal 10 peserta dan realisasi 10 peserta, melalui tahap survei pendahuluan, koordinasi dengan pemerintah desa, ceramah interaktif, serta diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peserta merasa lebih tercerahkan mengenai batas-batas keislaman dalam ritual mitoni; unsur ramalan gaib seperti pemecahan kelapa atau telur untuk menebak jenis kelamin bayi dinilai peserta sudah kurang relevan di tengah tersedianya pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang lebih akurat, sementara unsur silaturahmi dan sedekah dipandang tetap baik untuk dipertahankan. Peserta turut menyoroti kecenderungan menurunnya pelaksanaan mitoni pada generasi muda, meskipun tradisi ini tetap dinilai baik untuk dilestarikan. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman keagamaan warga tanpa menghilangkan kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.