Indra Setiadi Hermana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi dan Tantangan Pemanfaatan Gulma Perairan Tawar Eceng Gondok (Pontederia crassipes) sebagai Sumber Nutrisi dan Senyawa Bioaktif untuk Pangan Syarif Prasetyo; Rossi Prabowo; Indra Setiadi Hermana
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Pontederia crassipes) merupakan tumbuhan air yang tergolong sebagai gulmainvasif karena keberadaanya dapat mengancam keseimbangan ekositem. Selain menjadi gulmapengganggu perairan, biomassa eceng gondok yang melimpah berpeluang dimanfaatan menjadilebih bernilai termasuk dalam bidang pangan. Kajian ini bertujuan untuk menggali potensi ecenggondok sebagai sumber nutrisi dan senyawa bioaktif yang bisa dimanfaatkan dalam pangan, sertamengidentifikasi tantangan utama sebagai pembatas pemanfaatannya yang mencakup aspekkeamanan pangan, kandungan antinutrisi dan variasi kualitas bahan baku. Penelitian inimenggunakan metode Scoping Review, yaitu pendektan telaah pustaka yang digunakan untukmemetakan, mengelompokkan dan mendiskripsikan temuan penelitian yang relevan dengan topikkajian. Hasil kajian menunjukan bahwa profil nutrisi terbaik eceng gondok ditemukan pada daundengan kadar karbohidrat 57,26%, protein 15,08%, lemak 5,22% dan asam amino 1,67%. Adapunpada batang kadar karbohidrat 56,33%, protein 5,53%, lemak 2,35% dan asam amino 1,53%. Profilnutrisi terendah pada akar dengan kadar karbohidrat 38,16%, protein 8,48%, lemak 2,79% danasam amino 1,14%. Eceng gondok mengandung senyawa bioaktif fenolik, flavonoid, alkaloid,tannin, saponin dan terpenoid yang potensial memberikan aktivitas antioksidan serta antimikroba.Eceng gondok telah diolah menjadi asap cair yang dimanfaatkan sebagai pengawet alami ikankarena memiliki kandungan senyawa asam, fenol dan karbonil. Namun, pemanfaatan ecenggondok dibidang pangan masih dibatasi oleh resiko cemaran, variasi komposisi dan diperlukanstandarisasi proses. Sehingga eceng gondok berpeluang besar dikembangkan sebagai kandidatsumber bahan pengawet alami pangan, tetapi dibutuhkan pengendalian mutu dan verifikasikeamanan pangan secara ketat.