Mila Mutiara Labibah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO EROGONOMI LINGKUNGAN KERJA HAKIM DI KANTOR PENGADILAN NEGERI SAMPANG MENGGUNAKAN METODE ROSA Siswiyanti; Kukuh Ary Setiawan; Mila Mutiara Labibah
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan Hakim di lingkungan peradilan modern ini sebagian besar dilakukan dengan dudukdalam jangka waktu yang cukup lama, dan Hakim dalam posisi kerjanya tidak terlepas daripenggunaan komputer yang intensif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomis jikalingkungan kerja dan fasilitas kerja tidak dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomis lingkungan kerja Hakim di KantorPengadilan Negeri Sampang menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA).Penelitian ini merupakan Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan survei deskriptif. Subjekpenelitian ini adalah seluruh 8 (delapan) Hakim yang bekerja di Kantor Pengadilan NegeriSampang, dengan teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data dilakukan melaluiobservasi langsung terhadap tempat kerja Hakim menggunakan lembar penilaian ROSA yangmeliputi penilaian kursi kerja, monitor, keyboard, mouse, dan durasi kerja duduk. Datadianalisis dengan mengelompokkan skor ROSA ke dalam kategori risiko ergonomis. Hasilmenunjukkan bahwa semua tempat kerja Hakim memiliki skor ROSA akhir ≥5, dengan rentangskor 6–8, yang termasuk dalam kategori berisiko dan memerlukan tindakan korektif. Faktorutama yang berkontribusi terhadap risiko ergonomis adalah desain kursi kerja yang tidakergonomis, posisi monitor yang tidak sejajar dengan garis pandang mata, dan duduk dalamwaktu lama tanpa ketegangan. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja Hakim di KantorPengadilan Negeri Sampang masih memiliki risiko ergonomis yang signifikan, sehinggadiperlukan perbaikan fasilitas kerja dan peningkatan pemahaman tentang ergonomi untukmencegah gangguan muskuloskeletal.