Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA PADA PROSES PEMOTONGAN TEMPE DENGAN METODE OCCUPATIONAL REPETITIVE ACTION (OCRA) UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL Ikha Fera Agustin -; Siswiyanti; Zulfah
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i1.3699

Abstract

Proses pemotongan tempe dilakukan secara manual dan repetitive. Dari studi pendahuluan pada 15 dengan penyebaran kuesioner Nordic Body Map pekerja mengeluhkan nyeri 20% pada bahu kanan, 67% punggung dan tangan kanan, 40% lengan atas kanan, tangan kiri, kaki kiri, 53% pinggang, 27% lengan bawah kanan, 47% lutut kiri dan kanan, serta 60% kaki kanan. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu pengamatan langsung, tanya jawab, kuesioner, eksperimen, serta studi pustaka. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan perbaikan fasilitas kerja menggunakan metode Occupational Repetitive Action (OCRA). Hasil analisis postur kerja berdasarkan OCRA Index dengan meja yang lama diperoleh skor tangan kanan 2,6 dalam kategori yellow berarti keadaan perlu diperbaiki, untuk skor tangan kiri 3,7 dalam kategori red-low berarti keadaan berisiko rendah. Dalam hal ini peneliti memberikan usulan perbaikan fasilitas kerja berupa meja yang ergonomis dengan mengacu pada antropometri pekerja dan ketinggian meja dapat dinaik-turunkan dengan sistem knock down disesuaikan dengan tinggi badan pekerja.
Penerapan E-Arsip Dengan Metode Rail Document System Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Fajar Nurwildani; Saufik Luthfianto; Zulfah; Siswiyanti; Mohammad Cipto Sugiono
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 13 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v13i1.2009

Abstract

Pembuatan sistem informasi E-Arsip pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ini diupayakan untuk kesempurnaan dalam penyelenggaraan kearsipan yang selama ini belum bersifat terpadu, dan seringkali pengelolaan dokumen-dokumen masih dilakukan secara manual, sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak efektif dan efisien ketika dihadapkan pada kebutuhan informasi yang cepat. penerapan arsip elektronik melalui Rail Document System di PT Bank Rakyat Indonesia (persero) tbk meliputi penciptaan dan penyimpanan, penggunaan dan distribusi, pemeliharaan, dan penyusutan. Dalam penciptaan dan penyimpanan meliputi 3 aspek yaitu sortir, scanning, dan media penyimpanan elektronik. Dalam penggunaan dan distribusi meliputi sistem keamanan arsip elektronik. Dalam pemeliharaan meliputi software dan hardware dan dalam proses penyusutan yaitu proses pemindahan arsip elektronik.
Pelatihan Penggunaan Alat Pemipil Jagung Sebagai Literasi Pengolahan Hasil Panen Petani Desa Banjaranyar Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Luthfianto, Saufik; Hidayat, Tofik; Nurwildani , M. Fajar; Sugiono, M. Cipto; Siswiyanti; Zulfah
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/trimas.v5i1.1001

Abstract

The current era's advancement is evident in the growth and application of technology across diverse domains of existence. In the current technological era, globalization's strong influence has caused social and economic changes in society. These changes have led to the emergence of new problems, prompting the government to direct its attention towards resolving existing issues, despite the possibility that some old societal problems remain unresolved. Therefore, a paradigm shift from community development to community empowerment is necessary for problem-solving in society. This shift involves the community directly analyzing and resolving all types of societal issues, leveraging the potential within the community environment. The challenges we faced in Banjaranyar Village were related to agriculture, specifically the low productivity of corn processing. This is a challenging problem to address, especially given the remote location of the hamlet. The Banjaranyar Village community exhibits a relatively low level of awareness regarding corn management. This can be proven by the demand for corn huskers as processing tools and then the relatively low production level without the tool, so this empowerment program is very necessary for the village community to educate the design and innovation results of tool development. The problem-solving framework used includes: The Analysis Model covers the tools used and the ideal body position. The Activity Model focuses on utilizing corn huskers to enhance productivity.
Penerapan Ergonomi pada Perancangan Mesin Pewarna Batik untuk Memperbaiki Postur Kerja Siswiyanti; Rusnoto
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 17 No. 1 (2018): Published in April 2018
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.035 KB) | DOI: 10.25077/josi.v17.n1.p75-85.2018

Abstract

The process of batik tulis (hand-waxed batik) dying in Kalinyamat Wetan, Tegal Municipality is performed in stooping and squatting working postures. Workers’ both hands hold a cloth and dip the cloth into a bucket containing colorants. When this dip dyeing process proceeds continuously for an enormous number of cloths, it will eventually result in musculoskeletal complaint, particularly in the such parts of body as the back, neck, leg, upper arm, lower arm and wrist. This research aims at designing an ergonomic batik dying machine to enable a natural body posture at work. The research anthropometry data and Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. The research on batik craftswomen’s working posture during the traditional dip dyeing process found that the stooping and squatting worker’s posture scores are 4-8 with medium to high musculoskeletal levels (needs to needs to be immediately corrected). Meanwhile, the machine dip dyeing work position with standing body posture scores are 2-4 with safe to low musculoskeletal level (maybe need to be corrected in longer term). As for the specification of batik dyeing machine, it uses driving force of 0.190 HP, machine rotation of 72.5 rpm.
PERANCANGAN TONGKAT TUNANETRA SENSOR ULTRASONIK MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) Hidayatullah, Muhammad Khanif; Siswiyanti; Tulodo, Rizki Prasetyo
Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Industrial Engineering & Technology
Publisher : LENVARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jieti.v3i2.342

Abstract

The use of a conventional cane for visually impaired individuals still has several limitations, such as discomfort during activities, difficulty aligning the cane with the walking path, and the inability to determine position and destination effectively through tracing or following techniques. Therefore, an improved and more ergonomic cane design is needed. The proposed design incorporates ultrasonic sensors to help users detect obstacles at a greater distance. To ensure user comfort, the design was evaluated using the Ergonomic Function Deployment (EFD) method and supported by anthropometric measurements so that the cane dimensions match user needs. The final design resulted in a cane length of 120 cm, a handle length of 17 cm, and a grip diameter of 3 cm. A paired samples test comparing the conventional cane with the ultrasonic sensor cane showed a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. This indicates that Ho is rejected and Ha is accepted, confirming that the ultrasonic cane provides a significant improvement in usability compared to the conventional cane
Kinerja Ergonomi Sensor ECG AD8232 Dan Pulse Oximeter Dalam Penilaian Beban Kerja Fisiologis Industri Manufaktur Siswiyanti; Irfan Maulana Ramdhoni; Saufik Luthfianto; Mohammad Cipto Sugiono
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja ergonomi (menggunakan sensor Electrocardiogram ECG- AD8232 berbasis Internet of Things (IoT)) dan (pulse oximeter) melalui pengukuran % CVL pada 21 pekerja di industry manuaktur, serta menguji apakah terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam pengukuran antara kedua alat tersebut. Pengujian dilakukan dengan merekam data detak jantung secara real-time, di mana sensor AD8232 dihubungkan ke mikrokontroler ESP32 dan platform Blynk, sedangkan oximeter menggunakan metode photoplethysmography (PPG) dengan tampilan langsung pada layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor AD8232 unggul dalam kestabilan pembacaan, akurasi sinyal ECG, dan dukungan pemantauan jarak jauh, sedangkan oximeter lebih unggul dalam kemudahan penggunaan. Hasil dari pengujian berpasangan pada subjek yang sama untuk Uji distribusi normal (Shapiro-Wilk) pada data selisih CVL menunjukkan nilai p-value (0.003) lebih kecil dari tingkat signifikansi (0.05) sehingga data selisih tersebut tidak terdistribusi normal, selanjutnya hasil uji non-parametrik Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (0.146) lebih besar dari tingkat signifikansi (0.05) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam % CVL diantara kedua Alat, sehingga kedua alat tersebut menunjukkan kinerja yang serupa dalam hal variabilitas pengukuran % CVL dan masih bisa diterima sebagai alat alternatif pemantauan denyut jantung dan perhitungan CVL.
Inovasi Alsintan Portabel Multi Fungsi Untuk Meningkatkan Ketertarikan Generasi Z Pada Sektor Pertanian Tofik Hidayat; Siswiyanti; Mohammad Cipto Sugiono; Eva Anggra Yunita
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1197

Abstract

Rendahnya minat Generasi Z terhadap sektor pertanian menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya pada wilayah pertanian lahan terasiring yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan) portabel multifungsi yang sesuai dengan karakteristik lahan terasiring serta mampu meningkatkan efisiensi kerja dan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah metode rasional kreatif dengan pendekatan SCAMPER yang meliputi tahapan clarifying objectives, establishing function, setting requirements, determining characteristics, dan product improvement. Data antropometri petani digunakan sebagai dasar perancangan untuk memastikan aspek ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alsintan portabel multifungsi dengan berat ±13,5 kg dan dimensi 59 × 40 × 40 cm mampu menjalankan fungsi penyiangan gulma, pemotongan padi, dan perontokan padi secara efektif. Penggunaan alsintan ini meningkatkan produktivitas kerja hingga 1,5–5 kali dibandingkan metode manual serta menurunkan tingkat kelelahan petani. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi teknologi tepat guna untuk meningkatkan minat Generasi Z terhadap sektor pertanian di wilayah lahan terasiring.